Melihat Korelasi Rata Lama Sekolah Terhadap Angka Harapan Hidup Masyarakat di Kepri dengan Spreadsheet

Penulis: Partahi Fernando Wilbert Sirait

Jurnalisme Data--Angka Harapan Hidup (AHH) berbeda dari masa ke masa. Ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Mulai dari lingkungan, status kesehatan, status ekonomi, dan juga Rata Lama Sekolah (RLS), yang terpenuhi dari target Harapan Lama Sekolah (HLS) yang telah ditentukan oleh Pemerintah.

Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), angka harapan hidup masyarakat dunia pada 2018 adalah 72,5 tahun. Sementara di Indonesia, angka harapan hidup masyarakatnya adalah 71,5 tahun. Sedikit lebih kecil apabila dibandingkan dengan rata-rata Angka Harapan Hidup versi WHO.  Adapun angka harapan hidup masyarakat Indonesia pada 2019, berdasarkan data Badan Pusat Statistik RI yaitu 73,3 tahun bagi wanita dan 69,4 tahun bagi pria.

Penulis melihat, pendidikan yang ditempuh sesuai Rata Lama Sekolah (RLS), menjadi salah satu poin penting dalam meningkatkan Angka Harapan Hidup. Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan pendidikan dasar 6 tahun, pendidikan menengah pertama selama 3 tahun, dan pendidikan menengah atas selama 3 tahun. Dengan kebijakan ini, artinya RLS yang wajib dipenuhi oleh tiap masyarakat Indonesia adalah selama 12 tahun.

Adapun alasan penulis dilatarbelakangi dengan teori yang dilansir dari jurnal penelitian oleh Ananta dan Hatmadji (1985) yang mengemukakan bahwa dari sudut pandang ekonomi, pentingnya faktor kesehatan bagi manusia akan sangat terkait sekali dengan kualitas sumber daya manusia (quality of human resources) yang didapat dari pendidikan.  Dalam kegiatan perekonomian, ketiga faktor tersebut akan menentukan produktivitas SDM sebagai salah satu indikator quality of human resources (Wisana, 2001:42). 

Penulis juga melihat rata-rata lama sekolah mengindikasikan makin tingginya pendidikan yang dicapai oleh masyarakat di suatu daerah. Asumsi yang berlaku secara umum bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin tinggi pula kualitas seseorang, baik pola pikir maupun pola tindaknya.

Sebelum kita masuk melihat apakah Rata Lama Sekolah (RLS) memiliki korelasi yang kuat terhadap Angka Harapan Hidup (AHH), menggunakan aplikasi Spreadsheet https://www.google.com/sheets/about/, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu mengenai Rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS).

Keterangan foto : Tampilan laman website spreadsheet

Dilansir dari https://sirusa.bps.go.id/sirusa/index.php/indikator/572 Rata-rata Lama Sekolah (RLS)/ Mean Years School (MYS) didefinisikan sebagai jumlah tahun yang digunakan oleh penduduk dalam menjalani pendidikan formal. RLS dapat digunakan untuk mengetahui kualitas pendidikan masyarakat dalam suatu wilayah. RLS dapat digunakan untuk mengetahui tingkat pendidikan masyarakat dalam suatu wilayah. RLS Indonesia pada tahun 2016 sebesar 7,95 tahun. Artinya, secara rata-rata penduduk Indonesia yang berusia 25 tahun ke atas telah menempuh pendidikan selama 7,95 tahun atau hampir menamatkan kelas VIII.

Sementara Harapan Lama Sekolah (HLS), didefinisikan sebagai lamanya sekolah (dalam tahun) yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di masa mendatang. HLS dapat digunakan untuk mengetahui kondisi pembangunan sistem pendidikan di berbagai jenjang. Angka HLS menunjukkan peluang anak usia 7 tahun ke atas untuk mengenyam pendidikan formal pada waktu tertentu. HLS Indonesia pada tahun 2016 sebesar 12,72 tahun. Artinya, secara rata-rata anak usia 7 tahun yang masuk jenjang pendidikan formal pada tahun 2016 memiliki peluang untuk bersekolah selama 12,72 tahun atau setara dengan Diploma I.

Kemudian bagaimana dengan situasi di wilayah Kepulauan Riau?

Pada tahun 2010-2019, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kepulauan Riau mengalami peningkatan, di mana pada tahun 2019 IPM Kepri mencapai 75,48 persen. Berdasarkan data dari BPS Kepri, Angka Harapan Hidup (AHH) ini karena Harapan Lama Sekolah (HLS) yang ditargetkan mencapai 12,83 tahun pada tahun 2019, walau Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) belum berbanding lurus lantaran pada tahun yang sama, RLS masyarakat Kepri hanya mencapai 9,9 tahun. Namun walau demikian, AHH masyarakat Kepri tercatat meningkat dari mayoritas 64,42 tahun pada  2010, mencapai 69,80 tahun pada tahun 2020.

Perihal statistik ini kita bisa melihat melalui https://kepri.bps.go.id/indicator/40/252/1/angka-harapan-hidup-menurut-jenis-kelamin.html

Keterangan foto : tampilan layar angka harapan hidup dari website BPS Kepri

Saat ini penulis ingin mengajak bagaimana kita dapat melihat teori, apakah benar bahwa Angka Harapan Hidup masyarakat di wilayah Kepulauan Riau sesuai dengan data yang sebelumnya disebutkan oleh BPS Kepri. Kembali mengingatkan, bahwa dalam rentang waktu 2010-2020 Harapan Lama Sekolah (HLS) yang ditargetkan mencapai 12,83 tahun pada tahun 2019, dan pada tahun 2020 Pemerintah menargetkan 12,84 tahun. Walau Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) belum berbanding lurus karena pada tahun yang sama, RLS masyarakat Kepri hanya mencapai 9,9 tahun.

Guna mengetahui hal tersebut penulis mengajak untuk kemudian melakukan unduh data sumber terbuka terlebih dahulu. Dalam hal ini penulis menggunakan seluruh data dari website https://kepri.bps.go.id/

 

Keterangan foto : halaman depan BPS Kepri

Setelah membuka website tersebut, penulis lalu melakukan download data dengan melakukan cara seperti di bawah.

Proses Pengambilan Data Angka Harapan Hidup (AHH), penulis melakukan klik pada tulisan Gender yang berada di sudut kiri, kemudian memilih Angka Harapan Hidup.Pertama-tama, Penulis mencari sumber data terbuka yang dapat diunduh dan digunakan secara bebas. Dalam  hal ini, data yang digunakan bersumber dari BPS Kepri, yang dapat diakses melalui tautan https://kepri.bps.go.id/site/resultTab (Data RLS).

https://kepri.bps.go.id/indicator/26/176/1/-metode-baru-angka-harapan-hidup.html (Data AHH).

Ketiga sumber data ini merupakan sumber data terbuka, yakni sumber data yang dapat diakses, digunakan ulang, serta didistribusikan ulang secara bebas.

Proses Unduh Data Angka Harapan Hidup

Proses Unduh Data Rata Lama Sekolah

Kemudian pada aplikasi spreadsheet, data disalin, kemudian disatukan dalam sebuah tabel gabungan yang dapat memudahkan perbandingan dan analisis data. Dalam menggabungkan data di aplikasi Spreadsheet, penulis juga menyarankan agar dapat dilakukan pemisahan untuk kategori jenis kelamin Laki-Laki dan Perempuan.

Di spreadsheet juga dilakukan proses cleaning, dengan merapikan tabel, memastikan titik dan koma, menghilangkan spasi serta menghapus kolom atau baris yang tidak diperlukan. Termasuk menambah kolom yang dibutuhkan. Hal ini nantinya akan memudahkan dalam mencari data korelasi antara AHH, yang akan dibandingkan dengan HLS dan RLS di masing-masing tahun.

  

Keterangan foto : Data Gabungan untuk jenis kelamin Laki-Laki

Keterangan foto : Data Gabungan untuk jenis kelamin Perempuan

Walau demikian dari sumber data terbuka tersebut, penulis juga mengingatkan mengenai data pada tahun 2016 yang tidak tercatat. Hal ini kemudian akan mengakibatkan tingkat error pada saat kita akan melakukan penghitungan korelasi.

Setelah melakukan pengunduhan data dan menggabungkan di Spreadsheet, kita kemudian akan menggunakan rumus CORREL. Dikarenakan menggunakan tiga sumber data, penulis kemudian membagi melihat korelasi antara Angka Harapan Hidup per tahun dan Harapan Lama Sekolah per tahun. Kemudian hal yang sama dilakukan kembali untuk melihat korelasi Rata Lama Sekolah per tahun dengan Angka Harapan Hidup per tahun. Penulis melakukan hal ini juga membedakan antara data per kategori jenis kelamin yaitu Laki-Laki dan Perempuan.

Berdasarkan pada data gabungan Laki-Laki, letakkan kursor pada kolom B12, kemudian ketikkan rumus =CORREL(array1;array2). Array 1 adalah seluruh data di kolom X (Rata Lama Sekolah/Harapan Lama Sekolah), dan Array 2 adalah seluruh data di kolom Y (Angka Harapan Hidup)

Urutannya, ketikkan rumusnya dulu, =CORREL(, kemudian tandai seluruh data di kolom jam kerja dengan kursor. Kemudian tekan ; dan tandai seluruh data di kolom Target, juga dengan kursor. Lalu tekan tombol tutup kurung dan tekan Enter. Setelah melakukan rangkaian tersebut penulis kemudian melakukan penghitungan korelasi antara Rata Lama Sekolah (RLS) dengan Angka Harapan Hidup (AHH).  Nantinya, angka tersebut kemudian dicek lagi pada data koefisien korelasi kriteria Guilford (1956). Berikut penafsiran koefisien korelasinya:

Dari data perhitungan rumus correl, korelasi Rata Lama Sekolah terhadap Angka Harapan Hidup pada jenis kelamin laki-laki pada tahun 2010 mencapai angka 0,8488222754.

Sesuai koefisien korelasi kriteria Guilford (1956), angka tersebut berada di antara lebih besar dari 0,70-0,90 sehingga bisa dilihat hubungan antara keduanya faktor memiliki hubungan yang kuat.

Begitu juga pada jenis kelamin perempuan, korelasi Rata Lama Sekolah terhadap Angka Harapan Hidup pada tahun 2020 mencapai angka 0,7499508368. Sesuai koefisien korelasi kriteria Guilford (1956), angka tersebut berada di antara lebih besar dari 0,70-0,90 sehingga bisa dilihat hubungan antara keduanya faktor memiliki hubungan yang kuat.

Maka didapat kesimpulan bahwa pendidikan atau Rata Lama Sekolah (RLS) memang dapat mempengaruhi Angka Harapan Hidup (AHH) bagi masyarakat di Kepulauan Riau yang notabene merupakan masyarakat pesisir dan tinggal di perbatasan Indonesia.

Kemudian bagaimana hasil korelasi antara Harapan Lama Sekolah (HLS) dengan Angka Harapan Hidup (AHH).

Untuk jenis kelamin perempuan, kita dapat melihat hasil penghitungan korelasi Angka Harapan Hidup terhadap Harapan Lama Sekolah pada jenis kelamin perempuan pada tahun 2020 mencapai angka 0,433194324

Sesuai koefisien korelasi kriteria Guilford (1956), angka tersebut berada diantara lebih besar dari 0,40-0,70 sehingga bisa dilihat hubungan antara keduanya faktor memiliki hubungan cukup berarti.

Untuk memvisualisasikan data tersebut, penulis memanfaatkan tampilan scatter plot. Namun, sebelumnya penulis membuat tabel baru yang menggabungkan hasil dari AHH-HLS per tahun, serta AHH-RLS per tahun.

Angka Harapan Hidup (laki-laki dan perempuan per tahun), dijumlahkan dari setiap Kabupaten/Kota per tahun, dan kemudian dibagi dengan jumlah Kabupaten/Kota jadi akan didapat rata-rata angka rata harapan hidup provinsi kepulauan Riau.

Kemudian kita akan membuat diagram, dengan cara mengambil sumbu X dari Angka Harapan Hidup yang berada di table B2-B10. Dan sumbu Y diambil dari tabel C2-C10.

Dengan penelitian sederhana ini, diharapkan dapat menjadi pemantik mengenai pemerataan pendidikan di wilayah Kepulauan Riau yang memiliki banyak pulau pesisir. Tentunya dengan pemerataan pendidikan ini, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan indeks pembangunan manusia, yang dibarengi dengan harapan pertumbuhan ekonomi dan SDM oleh Pemerintah Pusat.

Untuk hasil tersebut dapat dilihat melalui laman Spreadsheet 

https://docs.google.com/spreadsheets/d/1E1BtmZ2HWh9m76BcbrcypFcwxPvIC19PhCaVjzbIQUg/edit#gid=1099706523