Memetakan Titik Kumpul Bencana Gempa di Kota Bengkulu Melalui Google My Maps

Penulis: Demon Fajri

Jurnalisme Data---Kota Bengkulu memiliki beberapa kejadian bencana yang memberikan dampak yang cukup besar. Salah satu kejadian yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang cukup besar adalah gempa bumi yang terjadi pada tanggal 4 Juni 2000 dan gempa bumi yang terjadi tanggal 12 September 2007. 

Kejadian gempa pada 4 Juni 2000 itu menyebabkan 99 orang meninggal, ratusan orang luka-luka, ratusan rumah hancur, ribuan bangunan rusak, terjadi retakan tanah, longsoran dan likuifaksi.  

Sementara, gempa pada 12 September 2007, berdampak 14 orang meninggal, 12 orang luka berat, 26 orang luka ringan, ribuan bangunan mengalami kerusakan. 

Sembilan kecamatan di Kota Bengkulu, merupakan wilayah yang rawan gempa. Tujuh di antaranya yang paling rawan, antara lain, Muara Bangkahulu, Teluk Segara, Ratu Samban, Ratu agung, Gading Cempaka, Sungai Serut dan Kecamatan Kampung Melayu. 

Penulis akan menyajikan resep jurnalisme data, membuat peta titik kumpul evakuasi bencana di Kota Bengkulu. Dalam prosesnya, peta tersebut bakal bisa diakses menggunakan Google My Maps.

Mengambil Data Titik Kumpul Evakuasi di Kota Bengkulu 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu telah menetapkan 15 titik kumpul evakuasi  di 9 kecamatan. Penulis mengambil datanya dengan menyalin data jalur evakuasi dari website Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kota Bengkulu, yang tertuang dalam Rencana Strategis BPBD Kota Bengkulu tahun 2019-2023, pada halaman 71 atau halaman 70 pada dokumen berbentuk PDF tersebut. 

Berikut hasil tangkapan layar titik kumpul di Kota Bengkulu:

Lalu, data tersebut disalin di data diary penulis dalam google spreadsheet. Dengan membuat kolom lokasi, kelurahan dan kecamatan. 

Berikut hasil tangkapan layar data titik kumpul setelah disalin ke dalam spreadsheet:

Berikut langkah-langkah dalam pembuatan atau menandakan titik evakuasi:

1. Buka Google Drive 

Untuk mengakses Google Drive, terlebih dahulu sign in melalui G-mail atau Google Drive. Atau dapat masuk di sini pada browser lalu sign in. Berikut, hasil tangkapan layar ketika ingin masuk ke akun Google:

Ketika sudah masuk ke Google Drive, klik Baru di kiri atas lalu pilih menu ‘’Lainnya’’, di bagian paling bawah. Lalu, klik dan pilih  Google My Maps.

Setelah dipilih pada opsi Google My Maps maka akan muncul tampilan seperti ini:

2. Impor Data

Pada bagian sebelah kiri atas terdapat menu lapisan tanpa judul yang sudah di centang. Kemudian pilih impor di bagian bawah.

Ini hasil tangkapan layar ketika ingin mengimpor data:

3. Masukkan Data ke Peta

Impor data sebagai File CSV, file Excel, dan file KML.  Untuk memamasukkan data ke peta, penulis terlebih dahulu menyalin data titik evakuasi ke dalam spreadsheet. Kemudian, penulis memindahkan data tersebut ke dalam Microsoft Office Excel yang di save dengan tipe CSV di dalam notebook/laptop. Lalu, data tersebut langsung diimpor ke dalam peta.

Lalu, penulis mulai mengimpor data di Excel untuk memetakan kumpulan data. Hasil dari impor tersebut, langsung menemukan titik lokasi atau titik evakuasi di Kota Bengkulu. 

Berikut hasil tangkapan layar ketika ingin mengimpor data ke dalam peta:

4. Pemberian Angka Pada Titik Evakuasi

Setelah mengimpor data peta titik kumpul akan muncul secara otomatis berikut dengan nomor titik kumpul mulai dari angka 1 - 15 di dalam peta google my maps. Pemilihan angka tersebut, guna mengetahui titik-titik evakuasi di Kota Bengkulu dan mempermudah untuk mengetahui titik evakuasi yang ada di wilayah ini. 

Lihat peta di google my maps klik di sini atau klik tangkapan layar peta akan muncul tautan peta di Google My Maps.

Berikut hasil tangkapan layar titik kumpul di Kota Bengkulu:

5. Bagikan Peta 

Setelah membuat peta, penulis memberikan akses atau membagikan peta, kepada siapa pun yang memiliki link peta dapat melihat, lalu mengizinkan orang lain menelusuri dan menemukan peta ini di internet, dan mengizinkan nama dan foto penulis di dalam peta ini peta ini. 

Bagikan peta tersebut terdapat di bagian atas sebelah kiri jejeran menu tambahkan lapisan, di atas menu pratinjau. Kemudian menggeser tombol izinkan, sehingga muncul warna biru. Terakhir mengklik tutup yang ada di bagian bawah. 

Peta yang dibagikan tersebut tentunya dapat menjadi edukasi bagi masyarakat di Kota Bengkulu, ketika terjadi bencana gempa telah mengetahui lokasi titik kumpul/evakuasi yang tersebar di 9 kecamatan dalam Kota Bengkulu. 

Berikut tangkapan layar untuk membagikan peta:

Ketika proses pembuatan peta titik evakuasi selesai maka akan menghasilkan tampilan lokasi evakuasi ketika bencana gempa di Kota Bengkulu. Di mana titik  evakuasi tersebut terdapat 15 titik yang sebelumnya telah dipetakan di bagian atas. Dengan demikian, masyarakat Kota Bengkulu, ketika terjadi bencana gempa sudah mengetahui titik kumpul/evakuasi, seperti peta titik evakuasi di atas atau klik di sini.

6. Menambahkan Lokasi Titik Kumpul Bencana di Google Maps

Untuk menambahkan lokasi titik kumpul bencana gempa di Kota Bengkulu, penulis menggunakan google maps. Cara ini menambahkan lokasi ini digunakan dalam menambahkan 15 lokasi titik kumpul di Kota Bengkulu. 

Berikut tahapan menambahkan lokasi di Google Maps

1. Buka google maps

Seperti tangkapan layar di bawah ini:

2. Pilih tombol menu atau garis 3 pada pojok kiri atas. 

Berikut tangkapan layarnya:

3. Lalu pilih pada tambahkan tempat pada baris ke-delapan. 

Berikut tangkapan layarnya:

4. Isi data dengan lengkap, mulai dari nama, kategori dan lokasi 

Di sini penulis memberi nama ''Lokasi Titik Kumpul Bencana di Kota Bengkulu''. pemberian nama tersebut digunakan untuk 15 titik kumpul di Kota Bengkulu.  Sementara untuk Kategori, disesuaikan dengan tempat lokasi. Misal. Universitas Bengkulu, Kategori Pendidikan, Perguruan Tinggi. Begitu juga kategori lokasi lainnya.  

Berikut tangkapan layarnya:

5. Lalu, klik selesai di bagian bawah sebelah kanan 

Seperti tangkapan layar di bawah ini:

6. Kemudian klik kirim di bagian bawah sebelah kanan 

Seperti tangkapan layar di bawah ini:

7. Setelah dikirim maka akan muncul balasan di bagian depan layar peta.

Berikut tangkapan layarnya:

8. Kiriman surat elektronik dari Google Maps

Peta yang ditambahkan di google maps akan mendapatkan balasan dari google maps melalui e-mail, yang berisi ''Terima kasih telah berkontribusi''

''Terima kasih telah menambahkan tempat ke Google Maps! Detail yang Anda berikan untuk Lokasi Titik Kumpul Bencana di Kota Bengkulu sedang ditinjau. Kami akan memberi tahu Anda setelah perubahan tersebut dipublikasikan.''

Berikut informasinya dalam tangkapan layar:

9. Dipublikasikan di Google Maps

Setelah ditinjau maka dari google maps akan kembali mengirimkan pesan melalui e-mail, jika lokasi peta tersebut dipublikasikan. 

Berikut tangkapan layarnya:

8. Akses Titik Evakuasi atau Titik Kumpul 

Untuk mengakses peta titik evakuasi atau titik kumpul bencana di Kota Bengkulu, dapat dilihat secara langsung di google maps. Di mana peta titik evakuasi tersebut sudah dibagikan poin no 6, kepada siapapun yang memiliki link peta, menelusuri dan menemukan peta di internet, dan melihat nama dan foto pembuat peta tersebut. 

Adapun cara menemukan peta titik kumpul tersebut dengan cara membuka google maps, lalu pada bagian atas sebelah kiri terdapat garis 3, kemudian klik telusuri google maps atau bagian search. Selanjutnya, menulis kata kunci ''Lokasi Titik Kumpul Bencana'' maka peta tersebut akan muncul secara otomatis di layar google maps.

Berikut tangkapan layar di google maps ketika mencari peta ‘’Lokasi Titik Kumpul Bencana’’:

Selain titik kumpul di Jl. Universitas Bengkulu, Kandang Limun, Kec. Muara Bangka Hulu, Kota Bengkulu, kami juga sudah melakukan tagging pada 14 titik kumpul lainnya. 

Namun hingga resep ini dibuat masih menunggu respons dari pihak Google Maps melalui email. Bila sudah mendapat respons, total 15 titik kumpul bencana gempa di Kota Bengkulu bisa langsung dilihat oleh publik melalui Google Maps.

Pemetaan lokasi titik kumpul ketika bencana di atas sudah bisa diakses publik, perlu kiranya ada penambahan rambu-rambu menuju lokasi titik kumpul.  Harapannya, masyarakat dapat mengetahui dan memilih jalur evakuasi menuju titik kumpul terdekat dari permukiman saat terjadi bencana.