Memvisualisasi Daerah Rawan Tsunami di Provinsi Bengkulu dengan Google My Maps dan Canva

Penulis: Yunike Karolina

Jurnalisme Data --- BENGKULU merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang rawan bencana termasuk bencana tsunami. Berdasarkan analisis inaRISK, dari 10 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu, 7 kabupaten di antaranya memiliki potensi bahaya tsunami. Ketujuh kabupaten ini, yaitu Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Mukomuko, Bengkulu Tengah dan Kota Bengkulu. Potensi populasi terpapar di sejumlah kabupaten tersebut sebanyak 77.888 jiwa.

Secara geografis Pulau Sumatera termasuk Provinsi Bengkulu merupakan wilayah yang terletak pada pertemuan dua lempeng tektonik yaitu Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia. Pertemuan lempeng ini disebut zona subduksi yang merupakan daerah aktif gempa bumi yang berpotensi tsunami. Setidaknya fenomena itu tercatat pada 1770, 1818, 1833, 2007 dengan penyebab gempa di Kota Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko.

Penulis akan melakukan proses pencarian data dan menyajikan atau memetakan daerah di Provinsi Bengkulu yang rawan tsunami dengan menggunakan peta Google My Maps. Serta menyajikan sejarah kejadian tsunami di Provinsi Bengkulu menggunakan aplikasi Canva.

Proses Pencarian Data 

Untuk mendapatkan data daerah rawan tsunami di Provinsi Bengkulu bisa didapat melalui situs resmi website milik BNPB. Penulis melakukan pencarian melalui google. Adapun, langkah-langkahnya, membuka peramban (browser) Google Chrome. Lalu, ketik kata kunci “Bengkulu dan ancaman tsunami” tanpa tanda kutip seperti dalam tangkapan layar ini:

Dari hasil pencarian muncul tampilan yang dapat diunduh melaluiKesiapsiagaan Menyikapi Catatan Sejarah Kegempaan Wilayah Bengkulu. Sehingga diperoleh data kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu yang masuk zona merah rawan tsunami. Seperti tangkapan layar di bawah ini:

Selanjutnya penulis mengambil data daerah di Provinsi Bengkulu yang berpotensi terjadi bencana  tsunami. Penulis menggunakan google spreadsheet dalam membantu penulis menghimpun dan mengolah data. Spreadsheet tersebut lalu diberi nama Data Set Bengkulu dan Ancaman Tsunami. Langkah-langkahnya:

Pertama, masuk ke gmail dengan cara memasukan akun email dan pasword terlebih dulu. Seperti tangkapan layar di bawah ini:

Setelah masuk gmail Lalu pilih Drive di aplikasi google (posisi sebelah kanan atas). Kemudian pilih Baru lalu klik kanan dan pilih Google Spreadsheet. Berikut tampilannya:

Setelah halaman spreadsheet terbuka lalu pilih dan klik tanda + pada bagian kiri bawah untuk membuat spreadsheet baru. File spreadsheet ini lalu diganti nama menjadi Data Set Bengkulu dan Ancaman Tsunami. Kemudian data temuan daerah berpotensi tsunami dimasukan dalam sheet 1 dan diganti nama zona merah tsunami:

Seperti terlihat pada tangkapan layar di bawah ini:

Dari hasil pencarian, penulis juga menemukan bahwa tsunami pernah terjadi di Provinsi Bengkulu. Sejarah mencatat bencana tsunami pernah terjadi pada tahun 1770, 1818, 1833, dan 2007.

Pada tahun 2007, gempa kembali terjadi dengan lokasi terparah di Mukomuko. 14 org meninggal, 12 orang luka berat, 26 org luka ringan, ribuan bangunan mengalami kerusakan di kota Mukomuko, Ipuh, Ketahun, Lais dan Bengkulu. Terjadi retakan tanah di Muko-Muko, Ipuh, Seblat, Lais & Bengkulu. Likuifaksi di Seblat. Longsoran di Mukomuko. Jejak tsunami teramati di desa Muara Maras, Kecamatan Alas Maras, Kabupaten Seluma (runup ± 20 – 60 cm).

Penulis melakukan pencarian data terkait sejarah kejadian gempa bumi merusak di Bengkulu dengan bantuan peramban Google. Caranya dengan mengetik kata kunci sejarah tsunami di Bengkulu. Salah satu hasil pencarian memunculkan data dengan tautan https://vsi.esdm.go.id/index.php/kegiatan-pvmbg/download-center/cat_view/251-publikasi-mitigasi-gempabumi/253-artikel-dalam-media-massa milik Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi. Setelah di-klik didapati dokumen PDF tentang kegempaan wilayah Bengkulu. Seperti tangkapan layar di bawah ini:

Langkah selanjutnya, diunduh dengan mengklik pilihan download. Unduhan secara otomatis akan tersimpan di perangkat.  Lalu dokumen unduhan berbentuk PDF tersebut diconvert ke MS Word menggunakan aplikasi Nitro. Caranya klik kanan pada dokumen PDF lalu pilih convert ke MS Word.

Kemudian diklik pilihan convert lagi. Nanti otomatis berubah menjadi dokumen dalam bentuk MS Word. Selesai proses konversi, lalu disimpan dengan cara mengklik save dan diberi nama yang sama. Pemindahan dokumen dari PDF ke MS Word ini untuk memudahkan penulis dalam membersihkan data nantinya. Berikut tampilannya:

Setelah pindah ke MS Word untuk memudahkan pembersihan, penulis memindahkan data gempa merusak ke MS Excel dengan menyalin data satu persatu 18 kejadian gempa merusak di Provinsi Bengkulu (lihat tanda kotak merah). Berikut tangkapan layarnya:

Membersihkan Data Gempa

Setelah semua data mentah sejarah kejadian gempa merusak di Provinsi Bengkulu ditemukan, dan dimasukan spredsheets. Adapun langkah-langkahnya:

Pertama, tambahkan sheet baru pada sejarah gempa bumi merusak.

Selanjutnya, salin data sejarah gempa merusak yang sudah disimpan dalam file Ms Excel di perangkat. Caranya pilih semua data (Ctrl+A), klik kanan pilih copi atau bisa juga menggunakan Ctrl-C. Serta tempelkan ke dalam sheet sejarah gempa bumi merusak.

Sehingga nanti akan muncul seperti tangkapan layar di bawah ini:

Selanjutnya, penulis melakukan proses cleaning atau pembersihan data. Untuk itu penulis menduplikasikan sheet sejarah gempa bumi merusak. Caranya, klik tanda segitiga terbalik yang ada di sheet sejarah gempa bumi merusak. Lalu pilih duplikasi dan data langsung tersalin di sheet ketiga.

Setelah muncul duplikasi (copi) sejarah gempa bumi merusak, karena penulis hanya membutuhkan data sejarah kejadian tsunami di Provinsi Bengkulu, maka kolom baris pusat gempa, skala serta nama gempa yang tidak menyebabkan terjadi tsunami, penulis hapuskan.

Penulis hanya mengambil data pada kolom baris berisi nama gempa, tahun, MAG (Magnitudo) dan kerusakan yang terdapat keterangan terjadi tsunami. Lalu menghapus seluruh kejadian gempa merusak yang tidak menyebabkan tsunami dengan melihat kolom kerusakan.

Setelah hanya tinggal data gempa yang menyebabkan tsunami, penulis lalu mengganti nama sheet menjadi hasil cleaning sejarah gempa bumi merusak. Berikut tangkapan layarnya:

Penulis juga melakukan pencarian informasi dan data lain terkait penyebab tsunami di Provinsi Bengkulu yang ada di pesisir barat Sumatera. Pencarian ini terkait kondisi geologi megathrust [gerak sesar naik] yang berjejer dari Provinsi Aceh hingga Lampung. Ada segmen Aceh-Andaman, Nias-Simelue, Batu, Mentawai-Siberut, Mentawai-Pagai, Mentawai, Batu-Mentawai Siberut, Enggano, dan Sunda Strait [SS].

Keberadaan dan pergerakan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia berpotensi membangkitkan potensi tsunami.

Data penyebab tsunami tersebut diperoleh dari sumber data terbuka milik BNPB yang bisa diakses. Adapun, langkah-langkah yang dilakukan yaitu membuka peramban (browser) Google Chrome. Lalu, ketik kata kunci penyebab tsunami di Bengkulu” tanpa tanda kutip.

Lalu muncul data yang bisa diakses  melalui link https://inarisk.bnpb.go.id/pdf/BUKU%20IRBI%202020%20KP.pdf. Setelah link dibuka, penulis menemukan penyebab Provinsi Bengkulu termasuk daerah rawan gempa berpotensi tsunami pada halaman 78 dengan judul INDEKS RISIKO BENCANA 2015-2020 PROVINSI BENGKULU. 

Penulis pun lalu mengunduhnya dan langsung tersimpan di perangkat komputer yang digunakan. Dokumen berbentuk PDF ini kembali penulis konversi ke bentuk MS Word untuk mempermudah penulis dalam menganalisa dan menyalin data. Berikut tampilannya:

Data temuan ini lalu dimasukan ke google spreadsheet penyebab Provinsi Bengkulu rawan tsunami. Berikut tangkapan layarnya:

Penulis juga mendapatkan sumber data lain terkait penyebab tsunami di Bengkulu, salah satunya dari tesis diploma milik mahasiswa Fakultas MIPA Unand Rahmad Aperus dengan judul Analisis Pemodelan Tinggi dan Waktu Tempuh Gelombang Tsunami di Pesisir Pantai Bengkulu, tahun 2016. Data itu kemudian diakses dengan mengklik link http://scholar.unand.ac.id/18458/2/bab%201.pdf. Penjelasan penyebab Provinsi Bengkulu rawan tsunami ini terdapat pada halaman 1 BAB I Pendahuluan. Berikut tampilannya:

Penulis juga melakukan pencarian data lain dengan kata kunci pencarian Kriteria Daerah Tsunami dengan peramban Google. Hasilnya seperti tampilan di bawah ini:

Lalu muncul data set yang bisa diakses  melalui link https://www.esdm.go.id/assets/media/content/Pengenalan_Tsunami.pdf. Setelah link dibuka, penulis menemukan konten berbentuk PDF dengan judul Pengenalan Tsunami dan terdapat sub judul penyebab terjadinya tsunami dan tsunami akibat gempa bumi. Seperti terlihat pada tangkapan layar di bawah ini (lihat kotak biru):

Penulis juga memasukan data penyebab tsunami dari penelitian mahasiswa dan ESDM ini ini ke spreadsheet Data Diary. Berikut tangkapan layarnya:

Visualisasi Data

Penulis menggunakan tools Google My Maps untuk memvisualisasikan data zona merah daerah rawan tsunami di Provinsi Bengkulu. Berikut langkah-langkah pembuatan peta di Google My Maps. Untuk mengaksesnya terlebih dulu sign-in melalui G-mail. Seperti tangkapan layar di bawah ini:

Setelah masuk akun klik google apps atau aplikasi google (tanda titik berderet di kanan atas layar), lalu pilih Drive. Seperti tangkapan layar di bawah ini:

Ketika sudah masuk ke Google Drive, klik Baru pilih menu ‘’Lainnya’’, di bagian paling bawah. Lalu, klik dan pilih Google My Maps. Setelah di-klik maka akan muncul seperti tangkapan layar di bawah ini:

Salin Data ke MS Excel

Sebelum melakukan import data penulis membuat data zona merah tsunami di Provinsi Bengkulu dalam bentuk MS excel disave tipe CSV untuk memudahkan menarik file. Dengan cara data zona merah rawan tsunami yang sudah di copi atau disalin dari spreadsheet kemudian di-paste atau tempel ke sheet MS excel. Seperti tangkapan layar di bawah ini:

Impor Data

Pada bagian sebelah kiri atas terdapat menu lapisan tanpa judul yang sudah di centang. Kemudian pilih impor di bagian bawah. Jika di klik Impor maka akan muncul gambar seperti di bawah ini (lihat lingkaran merah):

Lalu data zona merah yang sudah disalin ke MS excel di-import ke Google My Maps. Sehingga muncul titik lokasi daerah rawan tsunami di Provinsi Bengkulu berwarna biru. Berikut tangkapan layarnya (perhatikan kotak merah):

Pilih Warna Zona Merah Tsunami

Untuk menunjukan zona merah daerah tsunami di Provinsi Bengkulu, juga sebagai pembeda dengan kabupaten lain bukan daerah rawan tsunami maka penulis mengganti warna lokasi yang semula biru menjadi merah. Warna merah biasanya digunakan untuk peringatan tanda bahaya atau rawan.

Langkahnya, yaitu pertama penulis klik nama kabupaten kota yang terdapat pada sisi kiri peta. Kedua, pilih dan klik gambar dengan tulisan model sehingga akan muncul berbagai warna dan pilih warna merah (lihat kotak dan lingkaran merah).

Dilakukan berulang hingga seluruh kabupaten/kota zona merah tsunami tanda titiknya berubah. Hasilnya akan seperti tangkapan layar di bawah ini:

Tambahkan Penanda dan Pilih Warna Aman Tsunami

Sedangkan untuk menandai daerah bukan zona merah atau bebas tsunami, berikut langkahnya:

Pertama mengetik satu persatu nama kabupaten yang bukan temasuk daerah zona merah rawan tsunami aman tsunami (Kepahiang, Rejang Lebong, Lebong) karena merupakan daerah perbukitan/pegunungan, jauh dari pesisir pantai barat Sumatera pada kotak pencarian.

Posisinya di atas bagian tengah peta. Nanti akan muncul posisi koordinat di peta beserta nama kabupaten lalu klik tambahkan ke peta. Begitu seterusnya hingga tiga daerah ini semuanya sudah ditandai dalam peta.

Kedua, selanjutnya untuk mengubah warna tanda, langkah diambil sama dengan mengubah warna untuk daerah zona merah rawan tsunami. Penulis memilih warna hijau untuk menandakan zona aman tsunami. Berikut tangkapan layarnya:

Penulis memilih warna hijau karena warna hijau biasanya digunakan untuk Menunjukan status aman. Setelah semua selesai penulis lalu membuat judul peta zona merah tsunami di Provinsi Bengkulu.

Berikut tangkapan layarnya:

Bagikan Peta 

Setelah membuat peta, penulis memberikan akses atau membagikan peta, kepada siapa pun yang memiliki link peta dapat melihat, lalu mengizinkan orang lain menelusuri dan menemukan peta ini di internet, dan mengizinkan nama dan foto penulis di dalam peta ini peta ini. Agar masyarakat mengetahui daerah-daerah rawan tsunami di Provinsi Bengkulu. Sehingga bagi masyarakat yang masuk daerah atau kabupaten/kota rawan tsunami karena berada di pesisir pantai dapat waspada.

Bagikan peta tersebut terdapat di bagian atas sebelah kiri. Lalu muncul bagikan peran. Kemudian menggeser tombol sehingga muncul warna biru. Terakhir mengklik tutup yang ada di bagian bawah. Berikut tangkapan layarnya.

Visualisasi Lini Masa Sejarah Tsunami di Provinsi Bengkulu

Selain memvisualisasikan daerah rawan tsunami menggunakan google my maps, penulis juga menyajikan data garis waktu atau timeline sejarah tsunami di Provinsi Bengkulu menggunakan aplikasi canva.

Penulis akan memasukan empat peristiwa tsunami yang pernah terjadi di Provinsi Bengkulu ke dalam canva. Dengan membuat garis waktu yang berisikan tahun terjadi peristiwa tsunami, nama gempa yang menyebabkan tsunami (pusat kejadian atau kerusakan terparah), yaitu gempa Bengkulu dan gempa Mukomuko. Serta kerusakan yang diakibatkan karena gempa dan tsunami tersebut, baik kerusakan maupun maupun korban jiwa sesuai data temuan.

Canva adalah sebuah tools untuk desain grafis yang menjembatani penggunanya agar dapat dengan mudah merancang berbagai jenis desain kreatif secara online. Mulai dari mendesain kartu ucapan, poster, brosur, infografik, hingga presentasi. Canva saat tersedia dalam beberapa versi, web, iPhone, dan Android. Berikut tangkapan layar halaman utama platform canva.com:

Untuk membuat garis waktu sejarah tsunami di Provinsi Bengkulu melalui Canva, penulis membuat langkah-langkah sebagai berikut. Pertama, buat akun terlebih dulu buka canva.com. Untuk masuk klik sign up di pojok kanan atas. Seperti terlihat pada tangkapan layar di bawah ini:

Setelah itu muncul tiga pilihan untuk memulai canva. Lihat kotak merah dalam tangkapan layar berikut:

Kemudian pilih salah satu untuk registrasi. Jika kita sudah memiliki akun google yang sudah tertaut di perangkat silahkan klik sign up with google. Lihat tangkapan layar yang ditandai dengan kotak merah.

Usai diklik akan muncul halaman pilih akun untuk melanjutkan ke canva. Penulis sendiri memilih akun email yang sudah tertaut di perangkat dan biasa digunakan karena akan memudahkan registrasi, yaitu  [email protected]. Seperti yang terlihat pada kotak merah dalam tangkapan layar berikut:

Selain cara masuk ke canva dengan menautkan akun google seperti cara di atas, kita juga bisa masuk ke canva dengan memilih sign up with email. Lihat kotak merah pada tangkapan layar berikut ini:

Berikut langkah-langkah masuk ke canva menggunakan email. Pertama, klik sign up with email sehingga muncul halaman seperti tangkapan layar di bawah ini:

Langkah kedua, dengan mengisi kolom nama untuk akun canva. Kemudian masukan alamat email, password email lalu klik get started. Seperti terlihat dalam kotak merah dan tanda panah hitam pada tangkapan layar berikut:

Nanti akan muncul permintaan kode konfirmasi dari canva ke email yang sudah didaftarkan untuk membuat akun canva. Silahkan cek email masuk anda untuk mendapatkan kode dari canva. Setelah itu masukan kode dan klik done. Lihat kotak merah dan tanda panah hitam pada tangkapan layar berikut:

Setelah registrasi berhasil, pengguna sudah bisa masuk ke platform Canva. Pilih Personal untuk penggunaan pribadi. Penulis memilih Personal karena untuk kebutuhan pribadi, dikerjakan sendiri secara personal. Akunnya bukan untuk kepentingan corporate atau perusahaan. Serta membutuhkan banyak catatan tapi menginginkan desain yang unik.

Setelah klik Personal akan muncul layar dengan tulisan start your first design. Pilih template yang akan digunakan dengan mengklik pilihan template yang ada di bawah. Berikut tangkapan layarnya:

Setelah berhasil masuk ke halaman canva, penulis lalu buat desain garis waktu sejarah tsunami di Provinsi Bengkulu. Caranya adalah pilih poster (landscape) dan pilih halaman baru pada kotak merah di bawah ini (Create a blank poster (Landscape)).

Selanjutnya akan muncul tampilan halaman baru:

Langkah selanjutnya adalah menambahkan teks dan gambar sesuai dengan infografis yang diinginkan. Pada desain ini penulis menambahkan peta Provinsi Bengkulu yang dicari melalui Google dengan kata pencarian peta Provinsi Bengkulu PNG. Peta ini diperoleh dari website resmi BPK Perwakilan Provinsi Bengkulu.

Pada tahap awal, insert gambar peta Provinsi Bengkulu dan tambahkan judul. Caranya klik bar sebelah kiri bertuliskan Upload. Lalu klik upload media yang yang penulis tunjukkan dalam kotak merah. Insert gambar peta yang sebelumnya sudah tersimpan dalam perangkat.

Setelah gambar terupload pada lembar kerja, klik simbol T (text). Ketik judul infografis yang akan dibuat. Di sini saya buat judul Sejarah Tsunami di Provinsi Bengkulu. Cara yang sama juga diterapkan saat membuat tahun dan keterangan sejarah gempa bumi yang pernah terjadi di Provinsi Bengkulu, beserta dampaknya.

Pada Canva, kita juga bisa mengganti font sesuai selera, menambahkan background dan elemen lain yang tersedia pada fitur elemen di bar sebelah kanan. Termasuk memberi garis dan lingkaran. Fitur elemen yang digunakan seperti tsunami. Lihat kotak merah pada tangkapan layar berikut:

Hasilnya terlihat seperti ini. Tergambar timeline empat peristiwa terjadinya tsunami dari yang paling baru terjadi, hingga paling lama.

Setelah desain selesai, silahkan download gambar seperti yang sudah penulis buat pada link yang bisa diklik di sini. Caranya mendownload gambar tersebut yakni klik tanda panah ke bawah pada bagian kanan atas. Kemudian akan muncul tulisan download dengan berbagai format yakni PNG, PDF, hingga MP4. Untuk garis waktu sejarah saya menggunakan format PNG. Kemudian klik download. Berikut tangkapan gambarnya:

Hasil akhirnya akan terlihat seperti ini:

Infografis Sejarah Tsunami di Provinsi Bengkulu ini akan mempermudah masyarakat untuk memperoleh dan memahami informasi terkait kejadian atau peristiwa tsunami yang pernah terjadi di Provinsi Bengkulu.