Memvisualisasi Tren Penindakan KPK Berdasarkan Jenis Perkara dan Pengaduan Masyarakat Menggunakan Flourish

Penulis: Marina Nasution & Abdus Somad

Jurnalisme Data---Pertengahan September 2019, DPR resmi mengesahkan revisi UU No. 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebelumnya, regulasi kontroversial ini menuai penolakan publik yang begitu besar. Terjadi aksi massa di seluruh Indonesia. Korban berjatuhan, ratusan demonstran ditangkap, ribuan alami luka-luka,  bahkan dua mahasiswa asal Kendari, Sulawesi Tenggara meninggal karena tembakan peluru aparat. 

Upaya penolakan itu bukan tanpa sebab. Para demonstran, akademisi, hingga aktivis menilai pengesahan revisi UU KPK akan membuat KPK tidak lagi memiliki taring dalam pemberantasan korupsi. Salah satu indikator keberhasilan negara dalam memberantas korupsi yakni banyaknya penindakan yang dilakukan. KPK pada masa kepemimpinan Firli Bahuri seperti tak berdaya menindak koruptor. Hal itu dapat diamati dari data penindakan KPK tahun 2018 hingga 2020. 

Untuk itu, penulis tertarik mengamati lebih jauh kaitan antara data penindakan KPK dan pengaduan masyarakat ke KPK. Penulis akan memfokuskan data tersebut hanya pada rentang waktu 2018 hingga 2020 karena ingin melihat seperti apa penindakan yang dilakukan KPK sejak satu tahun sebelum berlakunya revisi UU KPK, saat pengesahan, dan satu tahun setelah regulasi tersebut berjalan. Selanjutnya melihat korelasinya dengan pengaduan masyarakat pada kurun waktu tersebut. Penulis akan menyajikan hasil penelusuran ini dengan membuat resep jurnalisme data. 

Dalam resep jurnalisme data ini, penulis menggunakan platform Google Worksheet (Spreadsheet) dan Flourish untuk melihat keterkaitan tren penindakan KPK dengan pengaduan masyarakat. Berdasarkan data tersebut, akan terlihat seperti apa penindakan KPK sebelum dan setelah berlakunya UU KPK baru, terkhusus pada masa kepemimpinan Firli Bahuri, dengan jumlah pengaduan masyarakat yang disampaikan ke KPK.

Langkah yang dilakukan dalam peninjauan tren penindakan dan pengaduan masyarakat ini adalah dengan mengumpulkan data penindakan KPK dan pengaduan masyarakat ke KPK dari tahun 2018-2020.  Berikut ini adalah resep pembuatannya.

Penulis mencari data tersebut dengan mengetik kata kunci “kpk.go.id” melalui peramban web lintas platform, Google Chrome.

Setelah itu,  klik enter di keyboard, maka akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini. Data yang dicari ada di menu bar Statistik. Jadi, perhatikan menu bar, dan klik di bagian “Statistik”, akan muncul beberapa opsi, yakni: penindakan, LHKPN, gratifikasi, pengaduan masyarakat, koordinasi supervisi. Karena kita ingin melihat data penindakan dan pengaduan masyarakat, maka penulis akan fokus mencari di dua bagian tersebut. 

Secara spesifik penulis  ingin mengambil data TPK Berdasarkan Jenis Perkara yang ada di bagian penindakan. Klik bagian “TPK Berdasarkan Jenis Perkara”. Akan muncul tampilan layar seperti gambar di bawah ini. 

Selanjutnya, penulis mengambil data tabel TPK Berdasar Jenis Perkara ini dan memasukkannya ke spreadsheet (google worksheet). Sebelum itu, penulis terlebih dahulu membuat file spreadsheet-nya. Caranya, ketik kata kunci “gmail.com” di Google Chrome, lalu login, masukkan email dan password Anda. Jika belum memiliki akun Gmail, bisa klik tanda “Sign Up”, isi formulirnya sesuai data yang harus Anda isi. Jika sudah mendaftar dan login, di bagian kanan, klik simbol berupa kumpulan titik persegi seperti rubik, dan klik di bagian “Sheet”.

Setelah muncul gambar seperti di bawah ini,  klik bagian “Blank” untuk membuat file spreadsheet baru.

Selanjutnya, tampilan layar Anda akan seperti gambar di bawah ini.

Selanjutnya, penulis memberi judul spreadsheet ini dengan nama “Data Penindakan & Pengaduan Masyarakat-KPK”. Karena penulis mengerjakan ini secara berkelompok, maka file ini perlu diatur mode berbagi dengan tim kelompok, agar anggota tim  bisa mengakses dan mengubah data dalam waktu yang  bersamaan. Caranya, di ujung kanan menu bar, klik bagian kotak hijau bertuliskan “Share”. Setelah itu, masukkan email anggota tim dan sesuaikan opsi tingkatan aksesnya, apakah sebagai viewer, commenter, atau editor. Lalu klik “Done”. Opsi lain, jika file spreadsheet Anda ingin bisa diakses oleh siapa saja yang memiliki link file spreadsheet Anda, silakan ganti pilihannya menjadi “Change to anyone with the link” dan tentukan tingkatan aksesnya apakah hanya sebagai viewer, atau commenter, atau juga editor.

Setelah file dibuat, penulis mengganti judul worksheet 1 dengan nama “ImportXML”. Penulis mencoba mengambil data tabel berisi statistik penindakan KPK berdasar jenis perkara yang sudah disebutkan di atas dengan menggunakan fungsi spreadsheet IMPORTHTML. Upaya penulis tidak berhasil. Penulis kemudian mencoba mengambil data tabel dengan menggunakan fungsi IMPORTXML. Upaya ini juga tidak berhasil, hasilnya ditunjukkan dengan notifikasi “Error: Imported content is empty” seperti tampak dalam gambar di bawah ini.

Karena gagal menggunakan kedua fungsi spreadsheet tersebut, dan mempertimbangkan data yang diambil juga sedikit, penulis akhirnya memilih menggunakan cara manual untuk memasukkan datanya ke spreadsheet. Cara manual ini penulis aplikasikan di worksheet 2 yang telah diganti judulnya menjadi “Data Penindakan Berdasar Jenis Perkara”. Tampilannya menjadi seperti gambar di bawah ini.

Kemudian, penulis menambah worksheet 3 yang diganti judulnya menjadi “Data Dumas Berdasar Jenis Perkara 2018”. Di worksheet ini, penulis memasukkan data pengaduan masyarakat berdasar jenis perkara pada 2018. Langkahnya, penulis kembali ke website kpk.go.id, lalu melihat ke menu bar “Statistik”, dan mengerucut ke submenu “Pengaduan Masyarakat”. Setelah meng-klik submenu “Pengaduan Masyarakat”, penulis kesulitan mencari data yang penulis inginkan di menu tersebut. Penulis kemudian mencari data tersebut di menu lain, hingga akhirnya menemukannya di menu “Laporan Tahunan”.

Data Dumas secara spesifik ada di “Lampiran Laporan Tahunan KPK”. Dari gambar di bawah ini, terlihat hanya tahun 2018 dan 2019 yang memiliki link unduh lampiran laporan tahunan. Sementara, tahun 2020 tidak.

Setelah mengklik “Unduh Lampiran Laporan Tahunan KPK 2018 Bahasa Indonesia” maka tampilannya akan seperti gambar di bawah ini.

Penulis kemudian mengklik “7.Direktorat Pengaduan Masyarakat”, muncul gambar seperti di bawah ini.

Setelah itu, penulis mengunduh data tersebut dengan cara mengklik simbol tanda panah ke arah bawah yang dialasi garis tipis. File yang terunduh dalam bentuk PDF. Karena penulis akan memprosesnya di spreadsheet, maka data Dumas tahun 2018 yang telah diunduh dalam bentuk PDF tersebut, harus dikonversi ke Excel. Caranya bisa dengan menggunakan platform converter seperti https://www.ilovepdf.com/. Klik “PDF to Excel”.

Setelah itu, gambar yang muncul akan seperti di bawah ini. Klik di kotak merah bertuliskan “Select PDF File”.

Penulis memasukkan data Dumas 2018 yang tadi diunduh dalam bentuk PDF. Di bagian sebelah kanan, pastikan pilihannya NO OCR, agar konversinya gratis, lalu klik kotak merah bertuliskan “Convert to Excel”.

Setelah itu, tampilan layar akan memunculkan gambar seperti di bawah ini. Klik di bagian kotak hitam bertuliskan “Download Excel”.

Kemudian, hasil konversinya akan menjadi seperti gambar di bawah ini.

Selanjutnya, penulis langsung memindahkan data Dumas 2018 ini ke dokumen spreadsheet Data Penindakan & Pengaduan Masyarakat-KPK, dengan fitur copy paste. Hasilnya tampak seperti gambar di bawah ini.  

Terlihat dari data Dumas 2018 dalam gambar di atas, tidak terdapat jumlah total akumulasi pengaduan. Penulis kemudian  menggunakan fungsi SUM di spreadsheet untuk menjumlahkan data pengaduan. Karena sel data Dumas 2018  yang akan dijumlahkan adalah hanya sel N4 sampai N12, maka di sel N13, penulis menulis fungsi =SUM(N4:N12) lalu menekan enter di keyboard laptop, setelah itu keluarlah angka 6468 yang merupakan hasil penjumlahan seluruh sel dari N4 hingga N12. 

Selanjutnya, langkah yang sama penulis lakukan untuk data Dumas tahun 2019. Sehingga, hasilnya seperti gambar di bawah ini.

Untuk data Dumas 2020, karena tautan unduh lampiran laporan tahunan KPK 2020 tidak ada, penulis memilih untuk mengunduh “Laporan Tahunan 2020” terlebih dahulu. Penulis memperkirakan lampiran yang penulis butuhkan akan ada di dalam laporan tahunan tersebut. Setelah mengunduh laporannya, penulis membaca laporan tersebut, dan kemudian sampai di akhir halaman, terdapat sebuah QR Code dan tautan lampiran di dalam laporan tersebut. Gambarnya seperti di bawah ini. 

Penulis lalu mengakses tautan lampiran tersebut. Seperti terlihat di gambar bawah ini, tidak ada tautan “Direktorat Pengaduan Masyarakat” seperti dalam lampiran laporan tahunan KPK 2018 dan 2019.

Penulis kemudian mencoba mencari dengan lebih teliti di laporan tahunan KPK tahun 2020. Penulis mendapatkan data pengaduan masyarakat tahun 2020 tetapi hanya dalam bentuk grafik, seperti terlihat dalam gambar di bawah ini.

Karena penulis hanya menggunakan data akumulasi total pengaduan masyarakat per tahun, maka penulis tetap bisa menggunakan data Dumas 2020 yang ada dalam grafik, dan memasukkannya secara manual ke dokumen spreadsheet “Data Penindakan dan Pengaduan Masyarakat-KPK”.

Setelah melakukan pengambilan data penindakan berdasarkan perkara dan pengaduan masyarakat, penulis menggabungkan kedua data tersebut dengan mengambil kurun waktu tiga tahun terakhir ke dalam satu sheet yang telah diberi judul “Penindakan dan Pengaduan Masyarakat”. 

Setelah penggabungan dilakukan, langkah selanjutnya adalah membuat visualisasi dengan menggunakan aplikasi Flourish yang dapat diakses di https://flourish.studio/.   Pilih satu visual yang dapat menggambarkan adanya korelasi tren  penindakan dan pengaduan masyarakat yang dapat memudahkan pembaca memahami visualisasi. 
 

Setelah memilih satu bentuk visualisasi. Masukkan data tabel excel tersebut ke dalam aplikasi Flourish. Ada dua cara yang bisa dilakukan, pertama dengan memilih upload data lalu pilih file excel yang telah disiapkan. Kedua, memasukkan satu per satu data dan variabel dengan cara manual. 

Setelah semua data sudah dimasukkan, pilih “Preview” untuk melihat hasil akhir dari gambar yang diinginkan. Untuk mengganti warna, dapat klik “Color” lalu pilih warna sesuai yang diinginkan. Tahap akhir memberikan judul dengan meng-klik “Header”. Di kolom title tulis “Korelasi Tren Penindakan dan Pengaduan Masyarakat KPK” sementara di subtitle tulis “Berdasarkan Jenis Perkara Rentang Waktu 2018-2020”.  Untuk memberikan keterangan atau sumber data diperoleh yang terlihat di bagian bawah infografis, dapat memilih footer lalu tulis sumber “KPK”. 

Langkah terakhir, untuk mempublikasimemublikasi tampilan infografis di situs, Anda dapat memilih “export & publish”. Lalu, klik  “Publish” untuk memastikan infografis Anda sudah selesai. Selanjutnya, Anda akan diarahkan menuju link embed untuk dapat disisipkan di website Anda. 

Kesimpulan:

Ada korelasi penurunan tren penindakan dan pengaduan masyarakat selama kurun waktu 2018-2020. Tren penurunan signifikan terjadi pada 2019 yang berlanjut hingga 2020. Ada beberapa faktor yang diduga mengakibatkan penurunan dengan drastis, pertama karena disahkannya revisi regulasi KPK pada September 2019, sulitnya KPK bekerja sama dengan instansi di daerah, dan terakhir menurut juru bicara KPK, Ali Fikri karena faktor pandemi yang menyulitkan KPK bergerak melakukan penindakan dan memproses aduan masyarakat.  

Peluang

  • Masih banyak variabel yang bisa dianalisis dari data dan laporan yang ada di situs www.kpk.go.id

  • Dapat memantik pembuatan jurnalisme data lainnya yang bersumber dari data-data terbuka KPK.

  • Banyak upaya visualisasi yang dapat dibuat berdasarkan data terbuka KPK.

Tantangan

  • Membutuhkan waktu yang lama untuk pembuatan resep jurnalisme data. Sebab data yang ada di KPK tidak semua memiliki variabel yang sama. 

  • Fungsi spreadsheet tidak berjalan sehingga dibutuhkan cara manual untuk input ke masing-masing sheet.

  • Data-data  di KPK terbatas, misalnya data pengaduan masyarakat pada 2020 tidak menampilkan secara detail seperti data 2018 dan 2019.