Mencari Cerita Partisipasi Transgender dalam Program Kartu Prakerja dari Data Sederhana

Independen --- Program kartu prakerja yang dicanangkan Presiden Jokowi sebagai salah satu jaring pengaman sosial di masa pandemi ternyata tidak menyentuh kelompok marginal seperti trangender. Hal tersebut dibuktikan oleh jurnalis Konde.co dengan membuat survei sederhana tentang partisipasi transgender dalam program kartu prakerja.

Survei ini dilakukan lantaran memang belum ada yang menggambarkan partisipasi transgender dalam program tersebut. Survei sederhana ini dimulai dengan membuat daftar pertanyaan untuk responden.

Daftar pertanyaan itu dimulai dari identitas, pekerjaan, dan yang terutama adalah pengalaman mereka dalam mencoba kartu prakerja. Sejumlah pertanyaan ini yang akan dijadikan indikator dalam survei.

Tips: Susunlah terlebih dahulu daftar pertanyaan dan model pertanyaan (terbuka/tertutup) sebelum memulai membuat google form. Ini akan memudah kerja.

Survei dibuat dengan menggunakan google form. Caranya dengan membuka google form dan membuat formular baru.

Yang perlu dilakukan adalah membuat judul survei dan memberikan deskripsi tentang survei yang akan dilakukan. Deskripsi survei harus mencakup tentang konsen pengunaan data yang diberikan oleh responden.

 

Contoh keterangan survei:

Halo, kawan-kawan!

Perkenalkan, kami adalah Marina Nasution dan Tika Adriana, jurnalis dari Konde.co, media yang khusus mengangkat isu perempuan dan kelompok minoritas. Ada juga kolaborator lain, Mawa Kresna yang bertindak selaku mentor yang juga bisa mengakses hasil survei.

Survei ini merupakan bagian dari liputan yang sedang kami kerjakan dalam program Journalism Collaborative Story Grants oleh AJI Indonesia. Melalui survei ini, kami ingin mengetahui sejauh apa efektivitas program kartu prakerja yang digagas pemerintah pada kawan-kawan transgender. Kami menjamin kerahasiaan data survei ini.

Terima kasih sudah turut berpartisipasi ya!

Salam hangat,

Tika dan Marina

 

Setelah survei google form selesai Langkah selanjutnya menyebarkan formulir ke calon responden. Dalam hal ini, survei ini disebarkan ke komunitas Transgender di sejumlah wilayah di Indonesia. Waktu pengisian survei dibatasi selama tiga minggu.

Selama tiga minggu itu, survei diisi oleh 48 responden. Berikut ini datanya:

 

Setelah data terkumpul yang harus dilakukan adalah memastikan kevalidan data dengan melakukan verifikasi. Beberapa yang lazim adalah memastikan tidak ada data ganda. Untuk data yang sederhana ini bisa dilakukan melakukan sortir berdasarkan abjad. Nama yang sama akan mudah didapatkan. Dalam kasus ini ditemukan data satu data ganda.

Cara membuat filter dengan mengklik tombol buat filter setelah itu maka otomatis muncul tanda filter yang bisa digunakan pada kolom paling atas.

Pilih filter berdasarkan A-Z untuk melihat daftar nama berdasarkan abjad huruf A.

Hasilnya diketahui ada nama “Azwar” yang ganda. Karena itu salah satu data bisa eliminasi atau di delete. Tahap ini biasanya disebut dengan data cleaning.

Langkah selanjutnya adalah mengkategorisasi data berdasarkan pertanyaan survei. Tahap ini sudah masuk pada tahap analisis data, yang kemudian bisa digunakan untuk mendapatkan cerita menarik untuk diangkat.

Caranya dengan membuat pivot table. Klik Data lalu klik Table Pivot lalu buat halaman baru.

 

Pada table pivot maka akan terlihat kolom editor yang bisa diisi dengan daftar nama sesuai dengan kebutuhan atau informasi apa ingin ketahui dari data tersebut. Misalnya data tentang berapa banyak yang mencoba mendafftar kartu Prakerja?

Caranya data “Pernahkah kamu mencoba mendaftar kartu prakerja?” ditambahkan ke baris, lalu data “nama” ditambahkan ke dalam nilai.

Hasilnya akan muncul seperti di bawah ini. Diketahui bahwa dari 47 responden, ada 1 orang yang mencoba kartu prakerja.

Selanjutnya bisa dimasukkan lagi data tentang berapa banyak yang akhirnya berhasil lolos ikut program kartu prakerja. Caranya hampir sama, cukup dengan mengganti isian baris dengan data “Apakah kamu berhasil mendapat kartu prakerja?”.

Hasilnya seperti di bawah ini:

 

Maka diketahui dari 47 responden, sebanyak 15 orang mencoba mendaftar kartu prakerja. Dari 15 orang itu hanya 3 orang saja yang berhasil lolos dalam program tersebut.

Data ini menjadi informasi yang penting untuk dikembangkan menjadi cerita. Ada banyak pertanyaan yang perlu didalami lagi dengan melakukan wawancara. Untuk mendapat insight lain dari data survey ini bisa dilakukan dengan cara yang sama menggunakan pivot table.

Langkah selanjutnya setelah mendapatkan cerita dan menganalisis data, maka yang perlu dilakukan adalah membuat visualisasi data. Untuk melakukan visualisasi data sederhana bisa menggunakan Flourish Studio. Namun sebelum membuat visualisasi, data yang akan dibuat visualisasinya harus kelompokkan berdasarkan kebutuhan.

Contoh buatlah table seperti di bawah ini berdasarkan data yang ada:

Setelah itu masuk ke flourish dan create new visualisation.

Lalu pilih Donat Chart

Setelah itu upload file data yang sudah dikategorisasi sebelumnya.

 

Setelah itu atur label dan values sesuai kebutuhan pada kolom data di sebelah kanan. Hasilnya akan terlihat seperti di bawah ini.

 

Setelah selesai, Langkah selanjutnya adalah membuat keterangan data, seperti judul dan keteranggan survei pada halaman previews.

 

Jika sudah muncul visualisasi, maka tahap selanjutnya tinggal dipublikasi dan diembed ke halaman website.

Liputan yang dilakukan jurnalis Konde.co , Marina Nasution dan Tika Adriana di Transgender Sulit Akses Kartu Prakerja; Cerita Buruk Di Masa Pandemi

 

Penulis : Kresna Mawa