Mendapatkan Data Tanah Wakaf di Pontianak Barat

Penulis: Marsita Riandini

Jurnalisme Data---Tanah wakaf menjadi bagian penting dalam kehidupan. Banyak tanah wakaf digunakan untuk masjid, sekolah, hingga pemakaman. Di Kecamatan Pontianak Barat terdapat 11 tanah wakaf yang belum bersertifikat dari total 15 tanah wakaf yang terdata.

Pada resep jurnalisme data kali ini, akan fokus untuk mendapatkan data tanah wakaf di kecamatan Pontianak Barat. Masih banyaknya tanah wakaf di Kecamatan Pontianak Barat yang belum bersertifikat dapat diketahui dari data yang disajikan pada siwak.kemenag.go.id. Resep ini terinspirasi dari pernyataan Gubernur Kalbar saat melantik Pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kalbar periode 2020-2023, pada Oktober 2020 lalu.

Menurut Sutarmidji, banyaknya tanah wakaf tidak tersertifikasi ini dapat menimbulkan konflik baru.  Midji menargetkan pengurus untuk mensertifikasi seluruh lahan atau tanah wakaf. Hal ini agar tidak ada perselisihan di kemudian hari. Tidak ada lagi terjadi sengketa lahan yang panjang. Bahkan ada yang kasusnya turun temurun.

Dalam melakukan analisis data dilakukan berdasarkan sumber data terbuka mengenai informasi tanah wakaf yang  tersedia di Sistem Informasi Tanah Wakaf (Siwak) Kementerian Agama Republik Indonesia. Aplikasi ini digunakan karena mencantumkan data tanah wakaf seluruh Indonesia.

Tak hanya memuat nama wilayah dan jumlahnya saja, tetapi juga memuat informasi tentang luas tanah wakaf. Kemudian klasifikasi jumlah dan luas tanah wakaf berdasarkan pada tanah yang sudah bersertifikat dan belum bersertifikat.

Lebih rinci lagi, data ini juga mencantumkan penggunaan, wakif, nazhir,nomor sertifikat, tanggal sertifikat, nomor Akad Ikrar Wakaf (AIW), dan tanggal AIW dibuat.

Analisis data dilakukan dengan menggunakan perangkat spreadsheet yang disediakan oleh google tanpa harus mengunduhnya. Tujuannya menggunakan spreadsheet untuk memudahkan mengolah angka. Spreadsheet dianggap tepat dalam mengolah data ini, karena fungsinya menangkap, menampilkan, dan memanipulasi data yang disusun dalam baris dan kolom.

Mendapatkan Data

Langkah pertama yang harus dilakukan yakni membuka data dan informasi dari website yang ditentukan. Kemudian pilih wilayah yang akan analisis. Analisis wilayah dilakukan dengan mengolah data dan informasi terbuka dari website resmi siwak.kemenag.go.id.

Buka peramban atau browser dan masukkan siwak.kemenag.go.id pada address bar. Lalu, akan muncul tampilan seperti berikut ini:

Kemudian pilih menu “Data”, lalu pilih “Tanah wakaf” dalam bentuk tabel. Lakukan seperti gambar berikut ini:

Maka akan muncul Jumlah Tanah Wakaf Seluruh Indonesia.

Kemudian, pilihlah nomor 20 untuk wilayah Kalbar. Laman lalu memperlihatkan tabel jumlah tanah wakaf wilayah Kalimantan Barat. Hasilnya seperti gambar di bawah ini:

Lalu, pilih wilayah “Kota Pontianak”. Maka akan muncul jumlah tanah wakaf Kota Pontianak.

Kemudian, klik angka “15” pada kolom “Jumlah” di wilayah Pontianak Barat. Maka akan muncul daftar tanah wakaf KUA Pontianak Barat, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Tampilannya seperti diperlihatkan gambar di bawah ini:

Untuk mendapatkan data ini, langkah pertama yakni membuat spreadsheet baru. Pertama, pastikan pengguna sudah login ke akun Gmail di browser. Jika belum punya akun Gmail, sila mendaftar dulu, gratis.

Lalu, buka layar utama Spreadsheet di sheets.google.com. Bisa juga dengan mengklik titik 9 di sudut kanan atas dekat foto profil email. Klik dan cari ikon “Sheets” dan klik.

https://docs.google.com/spreadsheets/u/0/ akan muncul:

Arahkan kursor ke sudut kanan bawah ke icon/simbol + agar kita mendapatkan spreadsheet yang baru seperti tangkapan layar di bawah ini:

Kemudian, ambil data dari Siwak Kemenag ke Spreadsheet. Caranya, sorot tabel yang ingin diambil, lalu pilih Copy atau tekan tombol “Ctrl+C”. Lalu, bukan spreadsheet yang dibuka tadi dan paste di sel yang dikehendaki dengan menekan tombol “Ctrl+V”.

Copy-paste manual bisa dilakukan untuk tabel dengan jumlah baris dan kolom sedikit seperti yang dicontohkan. Untuk mengunduh tabel dengan jumlah baris dan kolom besar bisa memakai formula IMPORTHTML. Rumusnya ketik di sel Spreadsheet “=IMPORTHTML("http://siwak.kemenag.go.id/list_jml.php?lok=Q1NNRFNQL3ZWZUFZQ2kvRUpaLzFUUT09","table",1)

Tips : Saat menyalin data yang diinginkan secara manual. Sebaiknya salin dulu link sumber datanya. Baru mengcopy paste data dari website ke spreadsheet. Jika tidak dilakukan, maka data yang muncul tidak berbentuk tabel. 

Contoh:

Ketika linknya disalin, dan dilakukan copy paste dengan cara yang sama. Hasilnya:

Pembersihan Data

Ganti nama sheet dengan Tanah Wakaf di Pontianak Barat . Lalu lakukan saran pembersihan. Caranya klik kanan di sheet Tanah Wakaf di Pontianak Barat, klik duplikasi. Lalu akan muncul di sheet berikutnya copy of Tanah Wakaf di Pontianak Barat. Selanjutnya, klik data pada toolbar:

Pilih saran pembersihan. Lalu akan muncul:

Catatan : Saat lakukan pembersihan data, muncul keterangan : 

Data tidak konsisten. Terapkan ke semua sel bawah.

Ketika di klik tanda v di bawa B7 yang berwarna merah. Muncul perubahan:

Kemudian klik tanda centang. Maka ada perubahan diterapkan pada ke 7 sel. Sampai pada tahap ini, tidak ada perintah membuat sheet baru. Namun pada tabelnya terdapat perubahan di B4 yang tadinya ditulis Sui menjadi Sungai, sehingga lebih konsisten.

 Lalu setelah pembersihan, nama sheet duplikasinya diganti menjadi Tanah Wakaf di Pontianak Barat OK 

Setelah dibersihkan, data siap diolah sesuai kebutuhan. 

Menganalisis Data

Usai pembersihan data, maka dapat melanjutkan untuk menganalisis data. Caranya, tentukan data yang ingin dicari pada tabel yang disajikan. Misalnya, ingin mendapatkan jumlah tanah wakaf di Pontianak yang belum bersertifikat. Maka pada spreadsheet, tanah wakaf yang belum bersertifikat ditandai dengan kolom kosong pada nomor sertifikat.

Menariknya,ditemukan 5 tanah wakaf yang sudah bernomor sertifikat, dan 10 tanah wakaf yang tidak bernomor sertifikat di Daftar Tanah Wakaf KUA Pontianak Barat. Namun pada  Jumlah Tanah Wakaf Kota Pontianak mencatat ada 11 tanah wakaf yang belum bersertifikat dari total 15 tanah wakaf. 

Untuk mengeceknya, dapat mengklik satu persatu nama wakif, untuk melihat status tanah wakaf. Kenapa pilih wakif, karena kolom ini satu-satunya yang berwarna hijau dan memiliki tautan. Ketika di-klik akan muncul profil tanah wakaf. Seperti pada gambar:

Setelah mengecek satu persatu profil tanah wakaf dari setiap wakif, ditemukan ada satu tanah wakaf yang bernomor sertifikat, namun status pada profil tanah belum bersertifikat. 

Hasil analisis sederhana ini bisa dilihat di gambar berikut ini. Dari sini terlihat mana tanah yang sudah bersertifikat dan yang belum. Setelah dilakukan verifikasi akhir, dari 15 tanah wakaf yang ada di Pontianak Barat, 11 di antaranya berstatus belum bersertifikat. Pada gambar di bawah ini, tanah wakaf belum bersertifikat ditandai dengan warna kuning. 

Bila dalam bentuk persentase jumlah tanah wakaf setelah dilakukan verifikasi akhir, maka caranya blok kolom “verifikasi akhir” lalu klik “sisipan/insert” klik “diagram/chart”

Peluang dan Tantangan

Resep jurnalisme data ini dapat dilanjutkan, tidak hanya pada tanah Wakaf di Pontianak Barat tetapi seluruh Pontianak. Bahkan bila ingin lebih luas lagi, dapat melakukan analisis data Jumlah Tanah Wakaf di Kalimantan Barat tahun 2020. Hasilnya, dapat digunakan untuk melihat perbandingkan tanah wakaf yang sudah bersertifikat dan belum bersertifikat di seluruh Kalbar, bila nantinya sudah ada data  tahun 2021.

Dalam membuat resep dan menganalisis data, dapat berkolaborasi dengan banyak orang tanpa harus bertemu secara langsung. Lewat perangkat spreadsheet, memudahkan kerjasama jarak jauh. Pengguna dapat melihat saat orang lain membuat perubahan.

Pengguna dapat membagikan file spreadsheet yang sedang dikerjakan kepada teman. Caranya klik kata bagikan pada pojok kanan atas. Maka dapat menambahkan orang dan grup, dan membagikannya melalui link.  Klik salin link, lalu klik selesai. Link yang sudah disalin dapat dibagikan ke teman, sehingga teman dapat melanjutkan, mengedit file spreadsheet. Cara membagikan seperti pada gambar:

Pengguna dapat membuat dan mengedit spreadsheet secara langsung di browser web—tanpa memerlukan software khusus. Keuntungan lainnya, setiap perubahan disimpan secara otomatis. Jika menggunakan laptop yang terhubung dengan aliran listrik secara langsung, atau tanpa baterai, maka perangkat ini sangat diuntungkan. Ketika listrik padam, perubahan yang sudah dilakukan tidak hilang.

Namun, tantangannya terletak pada ketelitian dalam memahami data. Semakin banyak dan rinci data yang disajikan, pengguna harus semakin jeli terhadap potensi kesalahan. Maka, sebelum melakukan analisis data, lakukan dulu pengecekkan setiap tabel-tabel yang disajikan. Juga lakukan saran pembersihan untuk mengecek konsistensi data.  Ketika data tidak sinkron, tentukan apakah memungkinkan untuk dilanjutkan analisis sesuai data yang ingin dicari. Jika tetap melanjutkan, maka pertimbangkan apakah hasil data yang sudah diolah itu akan valid atau tidak jika tidak dilakukan konfirmasi. 

Pengerjaan secara daring ini memaksa pengguna harus memiliki akses internet yang memadai. Jika jaringan internet tidak lancar, maka proses pengerjaan akan menjadi lambat, terutama ketika ingin mengakses data di website. Ini juga akan berpengaruh untuk pengerjaan kolaborasi. Saat akan membagikan hasil pekerjaan ke layar google meet misalnya, maka loadingnya menjadi lambat. Sementara untuk perangkat komputernya, saat menggunakan Aspire One 725, kinerja PC memang tidak ekstra kencang. Namun, cukup membantu untuk kebutuhan pengguna spreadsheet. Tentunya semakin baik spesifikasi perangkat laptopnya dan didukung akses internet yang kencang, akan semakin lancar pekerjaan.

test