Mendedah Kekayaan Jokowi selama 7 Tahun Presiden

Foto: Facebook Joko Widodo

Penulis: Tri Suharman

Jurnalisme Data---Joko Widodo telah menduduki kursi presiden selama tujuh tahun hingga 2021. Bila dihitung berdasarkan periode, Jokowi telah menyelesaikan periode pertamanya yakni 2014-2019, kemudian hampir setengah pada periode ke dua yakni 2019-2021.

Selama menjabat presiden, mantan Wali Kota Solo tersebut tercatat sudah empat kali melaporkan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni pada 2014, 2017, 2019 dan 2020. Dalam pelaporan tersebut, terjadi kenaikan angka kekayaan Jokowi yang cukup signifikan. Khususnya pada komponen Harta Tidak Bergerak (Tanah dan Bangunan) serta Giro dan Setara Kas Lainnya.

Berdasarkan hal tersebut, penulis akan membuat proses pencarian, pemilihan, hingga pembersihan data, untuk membandingkan harta kekayaan Joko Widodo pada empat kali pelaporan LHKPN selama tujuh tahun menjabat presiden. Perbandingan data tersebut akan divisualisasikan melalui diagram batang dan pie di tools flourish. 

Proses Pencarian Data

Mengunduh data di LHKPN KPK

Untuk melakukan pengunduhan data LHKPN Joko Widodo di KPK, penulis lebih dulu masuk ke website KPK yang bisa langsung ditekan di sini  . Kemudian menekan simbol titik tiga yang sudah dilingkari berwarna merah dalam tangkapan layar, kemudian menekan menu kunjungi. Kemudian akan muncul pengumuman bagi pihak yang wajib melaporkan LHKPN ke KPK. Pengumuman itu kita abaikan dengan menekan simbol silang (X) di bagian kanan layar pengumuman. Kemudian akan muncul layar baru bertuliskan Akses Pengumuman LHKPN. Berikut tangkapan layarnya: 

Setelah menekan menu Akses Pengumuman LHKPN, kita akan diarahkan pada laman e-Announcement. Di sana kita bisa memasukkan identitas penyelenggara yang ingin ditelusuri harta kekayaannya. Adapun untuk mengetahui kekayaan Jokowi, penulis memasukkan nama Joko Widodo di menu Cari, kemudian menu Tahun Lapor 2014, lalu Lembaga yakni Kantor Presiden. Hal serupa penulis lakukan untuk mencari kekayaan Jokowi pada tahun lapor 2017, 2019 dan 2020. Setelah mencentang kode keamanan dan menekan simbol kaca pembesar, harta Jokowi akan muncul. Untuk mengunduh data tersebut, tekan simbol panah warna hijau di bagian kiri layar. Berikut tangkapan layarnya: 

Setelah menekan simbol panah hijau tersebut, kita akan diarahkan ke laman baru untuk mengisi identitas. Setelah itu, tekan menu download. Kemudian muncul laman dengan tulisan Terima kasih telah mengunduh berkas LHKPN ini, berkas akan terunduh dalam 5 detik. Setelah itu LHKPN dengan format PDF akan kita terima di device kita. Berikut tangkapan layarnya:

Adapun LHKPN Presiden Joko Widodo pada 2014 bisa dilihat LHKPN 2020

Impor Data ke Microsoft Excel lalu ke Google Spreadsheet

Sebelum melakukan olah data dengan teknik cleaning and scraping data, LHKPN Presiden Joko Widodo pada 2014, 2017, 2019, dan 2020 yang sudah diunduh dipindahkan ke Microsoft Excel. Pada proses ini, penulis menggunakan tabula yang merupakan tools untuk menyalin tabel data dengan format PDF menjadi format excel.

Untuk menggunakan tools itu, penulis lebih dulu masuk ke website tabula . Hal tersebut lantaran perangkat yang digunakan penulis menggunakan sistem windows. Setelah file tabula yang masih dalam bentuk zip berhasil diunduh, kemudian file tersebut di-extract ke dalam perangkat penulis seperti yang tergambar di bawah. 

Setelah melewati proses di atas, tekan tools tabula dengan simbol dokumen warna hijau untuk menggunakannya. Namun, perangkat yang belum memiliki bahasa pemrograman tabula langsung bisa digunakan.  Caranya  cukup mudah, setelah tabula diklik, tools akan membaca program, lalu masuk ke aplikasi tabula. Berikut tangkapan layarnya:

Kemudian klik browser untuk masuk ke laman penyimpanan dokumen LHKPN Jokowi. Pilih file LHKPN 2014, kemudian otomatis masuk ke browser tabula, setelah itu tekan impor. Maka kita akan masuk ke laman seleksi dokumen tabula. Berikut tangkapan layarnya:

Dalam laman ini, kita bisa langsung menyeleksi file PDF yang sudah diimpor. Caranya dengan menandai data yang mau kita ambil seperti lingkaran besar dalam tangkapan layar di bawah. Kemudian tekan menu eksport di pojok kiri yang berwarna hijau. Kita akan dibawa ke laman baru hasil eksport. Untuk mengunduh file excel, kita ubah format menjadi CSV, kemudian klik eksport. File kemudian bisa diunduh dengan menekan menu Ok setelah muncul layar Opening Tabula seperti tangkapan layar di bawah.

 

Setelah melewati proses tersebut, file excel yang berisi data yang sudah kita seleksi akan terunduh ke dalam komputer kita. Seleksi seluruh data di file PDF LHKPN Jokowi pada 2014 menghasilkan 6 file excel. Berikut tangkapan layarnya: 

Enam file excel yang berisi LHKPN Jokowi pada 2014 tersebut kemudian digabungkan menjadi satu file untuk memudahkan proses cleaning dan scraping nantinya. Caranya adalah dengan membuat satu file excel bernama Gabungan Data LHKPN 2014. Masing-masing file excel kemudian di masukkan ke dalam file gabungan dengan cara buka file pertama, lalu klik kanan di bagian nama sheet paling bawah, lalu akan muncul layar move selected sheets. Tekan kolom To Book untuk mencari nama file Gabungan Data LHKPN Jokowi 2014, kemudian klik move to end pada kolom Before sheet. Centang create a copy lalu tekan tombol OK. Maka data di file tersebut bakal berpindah ke file Gabungan Data LHKPN Jokowi 2014. Hal yang sama dilakukan pada 5 file excel lainnya. Berikut tangkapan layarnya:

Proses selanjutnya adalah mengimpor file excel Gabungan Data LHKPN Jokowi 2014 ke dalam google spreadsheet. Langkahnya adalah buka laman google, kelik titik tiga di kiri laman, trus tekan tombol sheets. Setelah masuk ke sheets, ganti nama sheets menjadi Gabungan Data LHKPN Jokowi 2014 di pojok kanan layar. Kemudian klik file, lalu import. Selanjutnya akan keluar layar baru, tekan menu upload, lalu tekan menu upload file. Dari sana kita akan menuju ke komputer untuk mencari file excel Gabungan Data LHKPN Jokowi 2014, kemudian dimasukkan ke sheets dengan menekan tombol open. Berikut tangkapan layarnya:

Setelah melalui proses tersebut, file excel yang berisi 6 sheet Gabungan Data LHKPN Jokowi 2014 masuk ke dalam google spreadsheet yang juga diberi nama Gabungan Data LHKPN Jokowi 2014 yang bisa diklik di sini . Berikut tangkapan layarnya:

Proses yang dilakukan penulis terhadap data LHKPN Jokowi pada 2014 di atas juga diterapkan terhadap file Gabungan Data LHKPN Jokowi 2020.

Pembersihan Data di Google Spreadsheet

Setelah file dieksport ke google spreadsheet. Data di masing-masing file tersebut perlu disatukan dalam satu sheet. Tujuannya untuk memudahkan penulis melakukan scraping dan cleaning data nantinya.  

Contohnya pada file Gabungan Data LHKPN Jokowi 2014, terdapat 6 sheet di dalam file tersebut yang perlu digabungkan menjadi satu sheet. Sehingga penulis membuat sheet baru bernama MASTER SHEET LHKPN JOKOWI 2014 untuk menampung semua data LHKPN Jokowi 2014. Adapun 6 sheet dalam file tersebut diubah namanya menjadi LHKPN_2014_BAG_1 hingga LHKPN_2014_BAG_6. Pengubahan nama itu bertujuan untuk memudahkan pembacaan rumus di google spreadsheet. Lalu proses penggabungan dimulai dengan mengetik rumus di bawah pada formula bar sheet MASTER SHEET LHKPN JOKOWI 2014 :

={LHKPN_2014_BAG_1!A1:A;LHKPN_2014_BAG_2!A1:A;LHKPN_2014_BAG_3!A1:A;LHKPN_2014_BAG_4!A1:A;LHKPN_2014_BAG_5!A1:A;LHKPN_2014_BAG_6!A1:A} penjelasan atas rumus tersebut yakni dimulai dengan tanda sama dengan, kemudian kurung kurawal, lalu nama sheet, tanda seru, lalu A1:A yang merupakan cell dan kolom tempat data tersebut, titik koma, lalu nama sheet selanjutnya yang hendak digabungkan, terakhirnya ditutup dengan kurung kurawal.  

Setelah rumus di-enter, enam sheet di file tersebut bergabung ke dalam satu sheet baru MASTER SHEET LHKPN JOKOWI 2014. Berikut tangkapan layarnya:

Kendati data dalam 6 sheet di atas sudah bergabung dalam satu sheet MASTER SHEET LHKPN JOKOWI 2014, penulis perlu merapikan data tersebut lantaran masih menyisakan banyak cell yang kosong di bawahnya. Caranya dengan menggunakan rumus fungsi query sebagai berikut: =QUERY({LHKPN_2014_BAG_1!A1:A;LHKPN_2014_BAG_2!A1:A;LHKPN_2014_BAG_3!A1:A;LHKPN_2014_BAG_4!A1:A;LHKPN_2014_BAG_5!A1:A;LHKPN_2014_BAG_6!A1:A},"Select * Where Col1 is not null")
Pada rumus ini, penulis hanya menambahkan beberapa kata kunci baru ke dalam rumus sebelumnya. Misalnya kata Query di belakang tanda sama dengan, kemudian pada akhirnya tidak lagi ditutup kurung kurawal, tetapi ditambahkan kata Select, tanda bintang, dan kalimat Where Col1 is not null, kemudian tanda petik dua, dan ditutup dengan balas kurung. Hasilnya tidak ada lagi cell yang kosong dalam sheet tersebut seperti dilihat di sheet CLEANING MASTER SHEET LHKPN JOKOWI 2014 OKE 1  yang bisa diklik di sini. Berikut tangkapan layarnya:

Selain menghilangkan cell yang kosong, data dalam sheet MASTER SHEET LHKPN JOKOWI 2014 masih berada dalam 1 kolom yang sama, sehingga perlu dipisahkan dalam beberapa kolom. Caranya dengan mem-block cell dari A1 hingga cell terakhir yang berisi data di bagian bawahnya. Kemudian tekan menu data, lalu tekan menu split text to columns. Secara otomatis data akan terpisah dalam beberapa kolom seperti yang terlihat di sheet CLEANING MASTER SHEET LHKPN JOKOWI 2014 OKE 2. Berikut tangkapan layarnya:  

Langkah selanjutnya adalah merapikan rincian kekayaan Jokowi pada beberapa kolom yang kalimatnya terpisah-pisah. Sehingga nanti kalimat secara utuh berada di satu kolom saja. Caranya dengan klik kanan di dalam salah satu kolom , lalu tekan menu insert 1 left. Maka muncul kolom baru yang masih kosong seperti yang bisa ditemukan di kolom B sheet CLEANING MASTER SHEET LHKPN JOKOWI 2014 OKE 4 tersebut. Berikut tangkapan layarnya:

Setelah kalimat rincian kekayaan Jokowi sudah dipindahkan ke satu kolom sehingga tak lagi berpisah-pisah. Kolom yang lama yang masih memuat data yang terpisah tersebut mesti dihapus. Caranya membuat sheet baru bernama CLEANING MASTER SHEET LHKPN JOKOWI 2014 OKE 4, lalu mempastenya. Caranya dengan masuk ke tab menu edit lalu tekan paste special, lalu tekan paste values only, lalu kolom yang tak lagi digunakan tersebut dihapus. Berikut tangkapan layarnya:

Cara di atas juga digunakan untuk membersihkan data terpisah terkait nominal angka kekayaan Jokowi yang dilaporkan saat mencalonkan diri sebagai presiden 14 Mei 2014 dan setelah terpilih menjadi presiden 31 Desember 2014. Data itu berada di sheet CLEANING MASTER SHEET LHKPN JOKOWI 2014 OKE 6, sheet CLEANING MASTER SHEET LHKPN JOKOWI 2014 OKE 7, sheet CLEANING MASTER SHEET LHKPN JOKOWI 2014 OKE 8, serta sheet CLEANING MASTER SHEET LHKPN JOKOWI 2014 OKE 9. 

Langkah selanjutnya merapikan sheet yakni dengan menghapus row yang kosong. Cara ini dilakukan secara manual yakni mem-block row kemudian klik kanan lalu delete. Sebenarnya ada cara lain yakni dengan menggunakan sort range di menu data, namun cara manual ini dipilih untuk memastikan value yang ada dalam raw tidak ikut terhapus. Hasilnya bisa dilihat di sheet CLEANING MASTER SHEET LHKPN JOKOWI 2014 OKE 10

Lalu langkah terakhir adalah menghapus kolom yang berisi data kekayaan Jokowi yang dilaporkan 14 Mei 2014 saat masih menjadi calon presiden, karena  data yang dibutuhkan adalah kolom yang berisi data kekayaan Jokowi setelah terpilih menjadi presiden 31 Desember 2014, seperti yang terlihat di sheet CLEANING MASTER SHEET LHKPN JOKOWI 2014 OKE 11. Berikut tangkapan layar dua langkah tersebut:

Kemudian hasil terakhir setelah pembersihan data bisa dilihat di CLEANING MASTER SHEET LHKPN JOKOWI 2014 OKE 11 dengan tangkapan layar sebagai berikut:

Langkah-langkah yang digunakan dalam file spreadsheetGabungan Data LHKPN Jokowi 2020

Analisa Data di Google Spreadsheet

Dalam melakukan analisa data di google spreadsheet, penulis perlu menyatukan kembali seluruh data yang sudah dibersihkan di file Gabungan LHKPN Jokowi 2014,2017,2019,2020

Berikut tangkapan layarnya:

Langkah selanjutnya adalah membuat sheet baru bernama sheet Analisa 2 untuk menghitung persentase kenaikan harta kekayaan Jokowi per tahun pelaporan mulai 2014, 2017,2019, hingga 2020 di atas. Dihitung pula persentase kenaikan kekayaan Jokowi langsung selama tujuh tahun yakni 2014 hingga 2020.

Untuk mengetahui persentase kekayaan Jokowi 2014-2017, rumus yang digunakan adalah =(lalu klik angka harta pada row tahun 2017-klik angka harta pada row tahun 2014)/klik lagi angka harta pada row tahun 2014, lalu tekan simbol % di tool bar. Rumus yang sama juga diberlakukan untuk tahun pelaporan selanjutnya. Satu catatan, terdapat harta kekayaan Jokowi pada 2014 sebesar 30 US$ yang tidak dimasukkan ke dalam perhitungan karena tidak ada lagi harta dalam bentuk US$ pada 3 kali pelaporan selanjutnya. Sehingga tidak bisa dihitung persentase peningkatannya. Berikut tangkapan layarnya:

Setelah mengetahui persentase peningkatan harta Jokowi baik per tahun pelaporan maupun selama rentan 2014 hingga 2020, selanjutnya penulis hendak menghitung persentase kenaikan empat jenis harta yang menyebabkan kekayaan Jokowi meningkat selama kurun waktu tersebut. Empat jenis harta yang dimaksud adalah Harta Tidak Bergerak (Tanah dan Bangunan), Alat Transportasi dan Mesin Lainnya, Harta Bergerak Lainnya, dan Giro dan Setara Kas Lainnya. Namun untuk melihat lebih jelas persentase kenaikan empat jenis harta tersebut, penulis hanya akan mengambil data pada dua kali pelaporan LHKPN yakni pada 2014 dan 2020. Jenis harta pada pelaporan LHKPN 2014 akan dimasukkan ke sheet baru Analisa 4. Kedua data tersebut juga masing-masing dijumlahkan secara total dengan rumus SUM. Hasil jenis harta Jokowi pada 2014 senilai Rp31,298,337,045 dan jenis harta Jokowi pada 2020 senilai Rp64,214,486,536. Berikut tangkapan layarnya:

Visualisasi Data Melalui Flourish

Diagram Batang Perbandingan Kekayaan Jokowi 2014-2020

Setelah penulis mengetahui persentase kenaikan harta kekayaan Jokowi. Selanjutnya perlu dibuatkan diagram batang untuk mempermudah membaca persentase kenaikan harta kekayaan tersebut. Diagram batang dimuat melalui aplikasi Flourish.

Diagram batang pertama memuat harta kekayaan Jokowi per tahun pelaporan mulai 2014, 2017,2019, hingga 2020 beserta persentasenya. Berikut tangkapan layarnya yang juga bisa diklik di sini:

Selanjutnya diagram batang kedua memuat persentase kenaikan kekayaan Jokowi langsung secara total selama empat kali pelaporan selama menjabat presiden yakni dihitung 2014 hingga 2020. Dalam persentase tersebut, harta kekayaan Jokowi mengalami peningkatan tajam sebanyak 112 persen. Kedua diagram tersebut diambil dari data yang sudah dibersihkan di sheet di sini:

 

Diagram Pie dan Batang Jenis Kekayaan Jokowi 2014-2020

Selain membuat diagram batang, penulis juga perlu membuat diagram pie untuk melihat lebih jelas perbandingan kenaikan harta kekayaan Jokowi berdasarkan komponen atau jenis kekayaannya. Komponen kekayaan yang dimaksud adalah Harta Tidak Bergerak (Tanah dan Bangunan), Giro dan Setara Kas, Alat Transportasi & Mesin Lainnya, serta Harta Bergerak Lainnya. 

Untuk melihat perbandingan tersebut, penulis membuat diagram pie berisiAnalisa 4. Berikut tangkapan layarnya:

 

KESIMPULAN

Dari hasil analisis terhadap kekayaan Jokowi selama empat kali pelaporan 2014-2020 disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Peningkatan harta kekayaan Jokowi tertinggi selama empat kali pelaporan terjadi pada 2017 yakni mencapai 63,5 persen dibanding 2014. 

  2. Secara keseluruhan harta kekayaan Jokowi meningkat 112 persen selama tujuh tahun menjabat presiden dengan empat kali pelaporan yakn 2014, 2017, 2019, dan 2020.

  3. Terdapat dua jenis atau komponen harta kekayaan Jokowi yang paling meningkat drastis yakni Harta Tidak Bergerak serta Giro dan Setara Kas Lainnya.

  4. Persentase jenis harta terbesar Jokowi pada 2014 berada pada Harta Tidak Bergerak yakni 94,11 persen. 

  5. Persentase jenis harta Giro dan Setara Kas Lainnya melesat tajam pada 2020 sebesar 15,65 persen.