Mengetahui Jumlah Anak Bermasalah dengan Hukum di Bengkulu dan Memvisualisasikan dengan Flourish

Penulis: Komi Kendy

Jurnalisme Data---Jumlah anak bermasalah dengan hukum di Provinsi Bengkulu, perlu menjadi perhatian. Utamanya karena di Provinsi Bengkulu hanya memiliki satu Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) yang kapasitasnya terbatas untuk 36 orang saja. Setiap tahun, jumlah anak bermasalah dengan hukum melebihi kapasitas tersebut. 

Sepanjang 2015-2019 tercatat ada 355 anak yang bermasalah dengan hukum atau rata-rata 71 kasus setiap tahunnya. 

Narapidana anak terbanyak ada di tahun 2016 yakni 93 anak. Angka itu meningkat  dibandingkan tahun 2015 sebanyak 83 anak. Lalu tahun 2019 ada 82 anak, tahun 2018 sebanyak 54 anak dan tahun 2017 sebanyak 35 anak. 

Data tersebut bisa diperoleh melalui pengolahan data sederhana yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu. Di setiap daerah, BPS mengumpulkan,   mengolah   dan   menyajikan   data   statistik keamanan dan ketertiban masyarakat   atau   lebih   dikenal   dengan nama   Statistik   Kriminalitas.   

Sumber data yang dikelola BPS berasal dari kantor  Kejaksaan, Kepolisian, Pengadilan    Negeri  (PN) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).  Data dihimpun oleh BPS dari empat Rumah Tahanan Negara (Rutan)/ Lembaga Masyarakat di Provinsi Bengkulu. Yakni Rutan Kelas II-B Manna, Lapas Kelas II-A Curup, Lapas Kelas II-B Arga Makmur dan Lapas Kelas II-A Bengkulu.

Di Bengkulu ada tujuh Lapas/ Rutan dibawah naungan Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkum dan HAM) Republik Indonesia (RI). Namun hingga 2019 BPS baru bisa menghimpun data statistik kriminalitas dari empat Lapas/ Rutan saja. 

BPS menyebutkan, data tambahan dari Rumah Tahanan Negara Malabero, Lembaga Pemasyarakatan Perempuan dan LPKA belum dapat ditampilkan karena keterbatasan ketersediaan data.

Tujuan diketahuinya rasio perbandingan angka jumlah tahanan anak dengan kapasitas yang tersedia di LPKA ini sekaligus mendorong pemerintah untuk menambah jumlah kapasitas ruang tahanan. Sehingga tidak terjadi kelebihan kapasitas yang berdampak pada pengawasan dan pembinaan yang tidak maksimal. Begitu juga dengan perbaikan kualitas sarana dan prasarana lembaga pembinaan, termasuk pengamanannya. 

Mendapatkan Data Jumlah Anak yang Bermasalah dengan Hukum

Jumlah anak yang bermasalah dengan hukum bisa didapatkan melalui data terbuka yang disediakan oleh Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) dan BPS Provinsi Bengkulu. Tapi pada penyajian data ini lebih mudah aksesnya melalui BPS Provinsi Bengkulu. 

Situs SDP yang sebelumnya datanya bisa diakses umum saat ini memerlukan registrasi. Untuk masuk ke situs dan mengulik data di dalamnya, registrasi hanya bisa dilakukan oleh pegawai karena memerlukan Nomor Induk Pegawai (NIP) dan unit pelaksana tempat pegawai bertugas.  

Pencarian Data Melalui Google

Untuk mendapatkan jumlah anak bermasalah dengan hukum bisa didapat melalui situs BPS Provinsi Bengkulu saya melakukan pencarian melalui Google dengan kata kunci Statisik Kriminalitas Provinsi Bengkulu tangkapan layar sebagai berikut:

Gambar 1. Pencarian data dengan kata kunci Data BPS Statistik Kriminalitas Provinsi Bengkulu

Selanjutnya akan muncul link-link situs yang mengarah kepada data publikasi Statistik Kriminalitas BPS:

Gambar 2. Tampilan situs-situs yang memuat publikasi Statistik Kriminalitas Provinsi Bengkulu

Pada bagian paling atas pencarian muncul publikasi Statistik Kriminalitas Provinsi Bengkulu 2019. Setelah di klik, muncul tampilan yang mengarahkan pengunjung untuk mengunduh publikasi.

Gambar 3. Tampilan laman publikasi Statistik Kriminalitas Provinsi Bengkulu 2019

Pada tangkapan layar di atas, klik tulisah UNDUH PUBLIKASI pada kotak berwarna biru yang ada dibawah cover. Sehingga tampilan yang akan muncul setelah file pdf diunduh sebagai berikut:

Gambar 4. Tampilan link pdf yang bisa diunduh oleh pengunjung

Karena memerlukan data selama lima tahun terakhir (2015-2019), saya menggunakan cara yang sama pada laman pencarian Statistik Kriminalitas Provinsi Bengkulu 2015.

File-file pdf yang sudah didownload itu, dikumpulkan dalam satu folder untuk memudahkan dalam proses selanjutnya. Sebenarnya dibutuhkan pula data Statistik Kriminalitas Provinsi Bengkulu 2020, mengingat saat ini sudah tahun 2021. Akan tetapi BPS Provinsi Bengkulu baru akan merilis publikasinya pada akhir Oktober 2021. 

Lima buku publikasi Statistik Kriminalitas Provinsi Bengkulu diunduh dalam format pdf. Meski bisa dibaca, namun untuk mengolah dan membersihkan data yang tidak diperlukan akan lebih mudah dilakukan dengan format file excel.

Konversi file dalam format pdf ke excel bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggunakan aplikasi Tabula atau Nitro yang bisa diinstal pada PC atau laptop. Bisa juga dilakukan dengan menggunakan layanan yang disediakan situs-situs secara online. Seperti menggunakan PDF2GO dan masih banyak situs-situs lainnya. 

Pada konversi file Statistik Kriminalitas Provinsi Bengkulu 2019 aplikasi online yang digunakan adalah freepdfconvert. Konversi melalui Free PDF Convert dipilih karena setelah mencoba dengan menggunakan aplikasi online lainnya, file excel yang dihasilkan pasca konversi sulit dibaca karena struktur data pada file menjadi tidak teratur.

Gambar 5. Laman freepdfconvert.com yang bisa dipakai untuk mengonversi file pdf ke excel

Selain itu freepdfconvert fiturnya cukup mudah. Pengguna tidak perlu mendaftar atau registrasi terlebih dahulu. Situsnya juga lebih ringan dibuka sekalipun jaringan sedang kurang stabil. Cara menggunakannya, tinggal klik tulisan Pilih File PDF selanjutnya arahkan ke lokasi file pdf disimpan, baik itu di perangkat laptop/pc/ ponsel atau bisa juga file pdf yang ada drive dan tautan.

Gambar 6. Pilih file yang akan dikonversi dari pdf ke excel

Setelah file diunggah, tunggu beberapa saat. Biasanya konversi tidak memakan waktu lama. Tergantung besaran file pdf dan kecepatan internet, mengingat konversi dilakukan secara online. 

Jika file selesai dikonversi selanjutnya sudah bisa diunduh dengan tampilan berikut:

Gambar 7. Tampilan file pdf yang sudah berubah menjadi excel dan siap diunduh

File yang diunduh biasanya masuk ke folder download yang ada pada local disk perangkat. Bisa dipindahkan ke folder untuk disatukan dengan file data lainnya yang sudah dikumpulkan.

Gambar 8. File dalam bentuk pdf sudah dikonversi dalam bentuk excel

Data pada file excel hasil konversi, tersebar di sheet-sheet pada bagian bawah tampilan layar yang secara otomatis sudah dinamai Table 1, Table 2, Table 3 dan seterusnya (jumlah sheet tergantung jumlah halaman). Sehingga untuk mencari data yang diperlukan, perlu meng-klik setiap sheet satu per satu. 

Pada beberapa table, informasinya terpisah-pisah. Sehingga diperlukan proses dengan cara copy paste dari table sebelumnya untuk menggabungkan narasi data secara manual. Maka itu, untuk mempermudah dalam pengolahan data bisa dilakukan import file excel ke spreadsheet.

Caranya adalah dengan klik File, pilih Impor: 

 Gambar 9. Tampilan untuk mengimpor file excel ke spreadsheet

Lalu akan muncul tampilan sebagai berikut:

Gambar 10. Pengguna bisa memilih salah satu dari empat lokasi file untuk diimpor

Pilih Upload jika file berada di perangkat laptop atau pc:

Gambar 11. Tampilan memilih lokasi penyimpanan file yang akan diimpor

Klik Pilih file dari perangkat Anda pada kotak berwarna biru ditengah. Tampilan berikutnya akan muncul seperti ini:

Gambar 12. Pilih file yang akan dikonversi dari pdf ke excel

Klik file yang akan diimpor, lalu klik Open. Hasilnya akan seperti gambar dibawah ini ketika proses unggah file sedang dilakukan:

Gambar 13. Proses upload sedang berlangsung. Kecepatan upload tergantung besaran file dan kecepatan internet

File yang berhasil diimpor akan muncul tampilan seperti di bawah ini:

Gambar 14. File yang sudah diunggah sudah bisa diimpor

Setelah klik Mengimpor data pada kotak berwarna hijau, file sudah berhasil diimpor. Berikut tampilan layar yang muncul:

Gambar 15. Hasil impor excel ke spreadsheet

Jika file yang diimpor belum memiliki judul, untuk memudahkan judul diganti sesuai dengan namanya. Caranya klik pada tulisan Untitled spreadsheet hingga berwarna biru pada bagian kanan atas seperti gambar di bawah ini:

Gambar 16. Beri nama pada file spreadsheet agar mudah dicari

Langkah yang sama dilakukan pada file-file lainnya. Hasil file yang sudah diimpor ke spreadsheet bisa terlihat pada Statistik Kriminalitas Provinsi Bengkulu 2019.

Yang perlu diperhatikan, agar file yang sudah diimpor ini bisa diakses oleh orang lain sebagai proyek kolaborasi, ubah setelan Bagikan yang ada di kolom hijau kanan atas dari Pribadi hanya untuk saya, menjadi Ubah ke siapa saja yang memiliki link. 

Mengubah akses pada menggunaan google doc atau goole spreadsheet perlu dilakukan jika ingin membagikan file kepada orang lain. Setelannya pun bisa diubah pemilik link hanya bisa melihat, bisa mengedit (editor), atau bisa ditujukan pada orang tertentu yang sudah didaftarkan emailnya. Agar setelan tersimpan, jangan lupa klik Selesai setelah tuntas melakukan pengaturan.

Gambar 17. Mengubah akses untuk dibuka oleh siapa saja yang memiliki link. Klik Selesai setelah mengubah pengaturan

Mengolah Data Melalui Spreadsheet

Pengolahan data untuk mengetahui banyaknya jumlah anak yang bermasalah dengan hukum dengan narapidana anak dilakukan menggunakan Spreadsheet. Spreadsheet merupakan program komputer yang digunakan untuk menyimpan, menampilkan, serta mengolah data dalam bentuk baris dan kolom.

Saat membuka link Spreadsheet ini kita bisa mendapatkan halaman baru dengan meng-klik logo + warna warni pada bagian kanan bawah. Bisa dilihat pada gambar dibawah ini yang sudah ditandai kotak berwarna merah.

Gambar 18. Tampilan memulai lembar spreadsheet baru yang masih kosong

Buat halaman baru dan diberi nama pada bagian kiri atas sesuai dengan proyek yang sedang dikerjakan untuk mempermudah saat melakukan pencarian. Label nama file spreadsheet terlihat pada garis kotak warna biru yang sudah ditandai kotak merah pada gambar dibawah. Mengubah nama file bisa dilakukan dengan dua kali klik pada kolom label nama.

Gambar 19. Lembaran speradsheet diberi nama

Selain itu, bagian yang ditandai dengan kotak hijau dibawah menunjukkan sheet-sheet yang bisa dinamai sesuai dengan data yang diolah. Sheet bisa ditambah menggunakan tanda + (plus) yang ada pada bagian paling kiri bawah.

Gambar 20. Sheet menjadi lokasi pengolahan data bisa diganti namanya sesuai dengan proyek yang sedang diolah.

Sheet pertama dinamai Data Diary untuk menyimpan tahapan-tahapan yang dilakukan dalam pengolahan data jumlah anak bermasalah dengan hukum di Provinsi Bengkulu.

Gambar 21. Membuat sheet dengan nama data diary

Sheet kedua dipakai untuk mengumpulkan data a jumlah anak bermasalah dengan hukum selama 5 tahun terakhir (2015,2016,2017, 2018, 2019) di 4 lapas/ rutan. Sheet kedua ini diberi nama Cleaning 1 - Data Lima Tahun Terakhir

Gambar 22. Membuat sheet baru dengan menekan tanda tambah, lalu memberi nama

Pada bagian atas baris dan kolom, terlebih dahulu diberi nama berdasarkan data yang akan dihimpun. Yakni tahun dan nama rutan/Lapas.

Gambar 23. Memulai untuk memindahkan data

Isi data mulai dari tahun 2015 dengan cara membuka Statistik Kriminalitas Provinsi Bengkulu 2015 Sheet Table 7 Baris 9 seperti di bawah ini:

Gambar 24. Mengambil data dari file lain yang menyimpan jumlah anak yang bermasalah dengan hukum

Ketika baru dibuka, data pada Statistik Kriminalitas Provinsi Bengkulu 2015 Sheet Table 7 setiap barisnya bisa dirapikan terlebih dahulu dan diberi tanda warna kuning agar angka mudah dipindahkan. 

Pindahkan angka jumlah anak di masing-masing rutan dengan cara copy paste satu per satu sesuai dengan nama rutan ke spreadsheet Data Anak Bermasalah dengan Hukum hingga tampilannya sebagai berikut:

Gambar 25. Mengisi data pada setiap kolom dan baris

Langkah selanjutnya adalah mengisi data Tahun 2016 yang ada pada baris ketiga. Data diperoleh dari Statistik Kriminalitas Provinsi Bengkulu 2017 terbuka, pilih Sheet Table 8 Baris ke 11:

Gambar 26. Mengambil data dari Statistik Kriminalitas Provinsi Bengkulu 2017

Angka yang sudah ditandai warna kuning merupakan data tahun 2016. Warna hijau adalah data 2016. Pindahkan satu per satu ke file Data Anak Bermasalah dengan Hukum Sheet Cleaning 1-Data Lima Tahun Terakhir. Masukkan data tahun 2016:

Gambar 27. Mengisi jumlah anak bermasalah dengan hukum tahun 2016

Kemudian lanjutkan masukkan data tahun 2017:

Gambar 28. Mengisi jumlah anak bermasalah dengan hukum tahun 2017

Pada tahapan mengumpulkan Data Anak Bermasalah dengan Hukum 2018 dan 2019, digunakan Statistik Kriminalitas Provinsi Bengkulu 2019. Tampilan Statistik Kriminalitas Provinsi Bengkulu 2019 berbeda dengan file Statistik Kriminalitas Provinsi Bengkulu 2017 dan 2015.

Perbedaannya, spreadsheet Statistik Kriminalitas Provinsi Bengkulu 2019 hanya terdiri dari 1 sheet saja. Pencarian data dilakukan scrool ke bawah hingga ditemukan data pada baris ke 201 Menurut Kelompok Umur dan LP/RUTAN Di Provinsi Bengkulu 2019. Tangkapan layarnya sebagai berikut:

Gambar 29. Mengisi jumlah anak bermasalah dengan hukum menggunakan data statistik 2019

Selanjutnya pindahkan data jumlah anak dengan masalah hukum tahun 2018 yang tampak berwarna kuning pada tangkapan layar di atas, lalu input juga data tahun 2019 yang angkanya ditandai warna hijau pada spreadsheet Data Anak dengan Masalah Hukum. Hasilnya seperti ini:

Gambar 30. Mengisi jumlah anak bermasalah dengan hukum tahun 2018 dan 2019

Setelah data anak yang bermasalah dengan hukum lengkap dari A2 hingga E6, lakukan penjumlahan. Penjumlahan dilakukan untuk mengetahui data jumlah anak yang bermasalah dengan hukum selama lima tahun terakhir dari empat rutan/ lapas sekaligus, ata data lima tahunan per lapas. 

Penjumlahan pada spreadshet dilakukan dengan cara klik di kolom F2. Lalu ketik di formula bar rumus =SUM(B2:E2) untuk mendapatkan data jumlah anak 5 tahun di empat rutan/lapas. Rumusnya dapat dilihat pada tangkapan layar berikut:

Gambar 31. Menjumlahkan data lima tahun terakhir dengan rumus =SUM (cell yang hendak dijumlahkan)

Selanjutnya klik enter, hingga didapati penjumlahan seperti di bawah ini:

Gambar 32. Hasil penjumlahan dengan  rumus =SUM (cell yang hendak dijumlahkan)

Untuk menjumlahkan data anak tahun 2016 di baris F3, tahun 2017 di baris F4, tahun 2018 di kolom F5 dan tahun 2019 di kolom F6, klik sudut biru yang terdapat di kolom F2. Kemudian tarik ke bawah hingga angka pada kolom F3 hingga F6 terisi otomatis seperti gambar di bawah ini:

Gambar 33. Membuat penjumlahan otomatis

Pengolahan data selanjutnya dilakukan untuk mengetahui jumlah anak yang bermasalah dengan hukum di setiap rutan/ Lapas. Penjumlahan dilakukan dengan mengarahkan kursor ke arah kolom B7. Lalu masukkan rumus =SUM (B2:B6) pada formula bar. Tampilannya akan terlihat seperti ini:

Gambar 34. Menjumlahkan data lima tahun terakhir per Rutan/ Lapas dengan rumus =SUM (cell yang ingin dijumlahkan)

Klik Enter untuk mendapatkan hasil penjumlahannya :

Gambar 35. Kotak merah menunjukkan angka hasil penjumlahan

Jumlah anak bermasalah dengan hukum masing-masing di Lapas Curup (C7), Lapas Arga Makmur (D7), Lapas Bengkulu (E7) dan jumlah anak bermasalah selama lima tahun di empat rutan/lapas (F7) bisa didapatkan secara otomatis dengan menarik sudut garis berwarna biru pada kolom B7. Tarik ke kanan hingga F7 hingga kolom-kolom tersebut terisi angka:

Gambar 36. Kotak biru menunjukkan penjumlahan otomatis

Setelah semua data kolom yang diperlukan terisi, bisa juga dicari angka rata-rata kasus setiap tahunnya dengan menggunakan rumus =AVERAGE. Caranya klik di kolom G7. Lalu pada formula bar ketik =AVERAGE(F2:F6), muncul seperti ini:

Gambar 37. Mencari rata-rata kasus selama lima tahun dengan rumus =AVERAGE

 Setelah tekan enter akan muncul seperti ini dan didapatlah angka 71 pada cell G7:

Gambar 38. Kotak merah menunjukkan angka hasil rata-rata

Pengolahan data jumlah anak bermasalah dengan hukum selesai dilakukan. Data ini yang selanjutnya akan divisualisasikan menggunakan platform online Flourish.Studio. Namun sebelum ke Flourish, saya juga mengambil data jumlah ruang tahanan yang ada di LPKA yang ada pada Statistik Kriminalitas Provinsi Bengkulu 2019. Data terdapat pada bagian penjelasan Baris 103. Selain itu saya juga menuliskan kapasitas tahanan di Lapas/Rutan lainnya jika sewaktu-waktu diperlukan.

Gambar 39. Kotak merah menunjukkan kapasitas ruang tahanan

Data tersebut saya himpun di sheet baru yang diberi nama Kapasitas Lapas Anak. Hasil tangkapan layarnya sebagai berikut:

Gambar 40. Sheet kapasitas Lapas/Rutan

Visualisasi Menggunakan Flourish

Setelah cleaning atau pembersihan data selesai dan diolah sesuai kebutuhan, perlu dilakukan visualisasi dengan memanfaatkan diagram. Visualisasi diperlukan untuk membantu pembaca lebih mudah memahami perbandingan narapidana anak selama lima tahun terakhir dan dimana lokasi rutan/Lapas. 

Untuk membuat diagram, ada banyak aplikasi yang bisa digunakan baik online maupun offline. Untuk menggambarkan perbandingan jumlah anak bermasalah dengan hukum selama lima tahun di empat rutan/ lapas, bisa memanfaatkan Flourish.

Flourish adalah platform untuk visualisasi data. Flourish memungkinkan siapa saja untuk dengan mudah membuat visualisasi data dan peta yang secara grafis dan visualisasi sangat membantu untuk membaca data. Platform ini mudah untuk digunakan.

Gambar 41. Tampilan awal situs flourish.studio

Proses registrasi diperlukan untuk menggunakan fitur-fitur menarik visualisasi data dan storytelling yang disediakan flourish.studio. Aplikasi Flourish terbilang user friendly atau mudah digunakan. 

Saat akan memulai, klik Get started for free yang ada pada kotak merah di atas. Pengunjung nantinya diarahkan membuat akun baru bagi yang belum pernah mendaftar. Sementara bagi yang sudah punya akun, dengan menautkan akun gmail sudah bisa masuk dan menggunakan fitur-fiturnya.

Gambar 42. Tampilan registrasi atau mendaftar ke Flourish

Bila belum pernah membuat akun, bisa registrasi dengan klik tulisan Sign up now! pada kotak merah diatas. Setelah diklik akan muncul:

Gambar 43. Tampilan masuk dengan menghubungkan melalui email

Pengguna bisa mengisi secara manual kolom Email, Choose a username, Name, Password. Selain itu bisa juga dengan menautkan dengan akun Google di kotak merah. Jangan lupa centang persetujuan syarat dan kondisi.

Gambar 44. Tampilan memilih email yang akan ditautkan

Setelah pilih email yang ingin ditautkan sebagai registrasi, setelah disetujui Flourish, maka pengguna sudah bisa masuk ke dashboard dan memiliki akun. Tampilannya seperti ini:

Gambar 45. Tampilan dashboard pada Flourish yang berisi informasi akun dan proyek yang dikerjakan

Lalu pada bagian kanan di bawah tulisan Flourish, pengguna klik ke kolom New visualitation untuk membuat proyek baru. Nanti laman akan diarahkan ke tampilan berikut ini:

Gambar 46. Template diagram yang tersedia dan bisa dipilih pengguna

Dari tampilan gambar di atas terlihat aneka macam diagram garis, batang, lingkaran yang bisa dipilih dengan menyesuaikan data yang dimiliki. Untuk memperlihatkan perbandingan angka narapidana anak selama lima tahun di empat rutan/ Lapas, saya memilih template Column chart (grouped) seperti kotak merah pada gambar di atas. 

Setelah di-klik, akan muncul tampilan untuk memasukkan data yang sebelumnya sudah diolah di spreadsheet. Tampilan awalnya saat data belum disalin ke Flourish seperti ini:

Gambar 47. Tampilan data contoh yang selanjutnya bisa diolah dengan cara dihapus

Angka-angka yang muncul di baris dan kolom itu adalah data bawaan Flourish yang tampilan presentasi diagramnya terlihat di sisi kanan bawah. Data itu kita hapus terlebih dahulu dengan cara tahan CTRL+A+delete. Hasilnya terlihat seperti ini:

Gambar 48. Mengosongkan halaman data

Langkah berikutnya adalah kembali ke file spreadsheet Data Anak Bermasalah dengan Hukum untuk menyalin data. Blok data yang akan disalin lalu copy:

Gambar 49. Tampilan data yang akan dipergunakan ke Flourish

Cara menyalin angka di atas bisa dilakukan dengan cara CTRL+C atau klik kanan hingga muncul berbagai pilihan. Pilih Salin seperti pada kotak merah:

Gambar 50. Tampilan proses menyalin data

Selanjutnya masuk kembali ke lembar halaman Flourish. Tempelkan data yang sudah disalin setelah klik kursor ke kolom A1. Tekan CTRL+V hingga tampilannya muncul seperti ini:

Gambar 51. Kolom DATA digunakan untuk menempel data yang sudah disalin dari spreadsheet

Untuk mengetahui hasll grafik batangnya tinggal meng-klik pada tulisan PREVIEW di atas kolom yang bersebelahan dengan DATA. Tampilannya seperti ini:

Gambar 52. Dengan meng-klik PREVIEW, pengguna bisa melihat tampilan diagram sementara

Pada diagram di atas, kita bisa melihat perbedaan jumlah anak bermasalah dengan hukum setiap tahunnya. Warna biru, kuning, hijau dan ungu menunjukkan lokasi rutan dan lapas. Sumbu X atau horizontal mewakili data tahun. Sementara sumbu Y yang vertikal di sisi kiri menandakan jumlah anak bermasalah dengan hukum.

Karena angka jumlah anak tidak terlalu jelas, kita bisa mengatur pada bagian kanan halaman dengan pilihan pengaturan Label. Klik tulisan Show Labels on data point. Hasilnya pada setiap diagram batang muncul angka jumlah anak seperti di tangkapan layar di bawah ini. 

Gambar 53. Tampilan menambah nilai/angka pada bagian atas diagram batang.

Bubuhkan Judul Grafik Batang ini pada bagian header. Caranya adalah dengan klik dua kali pada area Untitled Visualisation. Ketik judul sesuai dengan data yang dikerjakan. Pada gambar di bawah pada kotak merah dengan nomor 1 menunjukkan judul infografik yang diubah menjadi Angka Jumlah Anak Bermasalah dengan Hukum. Selain itu pada kotak nomor 2 juga bisa memasukkan sumber data pada bagian Footer di sebelah kanan:

Gambar 54. Tampilan untuk mengubah judul infografik dan menyematkan sumber data

Selain membubuhkan judul infografik dan sumber datanya, pengguna juga bisa membubuhkan namanya sebagai kreator pada kolom Note:

Gambar 55. Tampilan untuk menambah nama kreator pada bagian Note

Pengaturan lainnya yang perlu juga ditambahkan adalah mencantumkan judul sumbu Y dan sumbu X. Mengatur Sumbu X bisa dilakukan dengan klik X Axis, lalu ketik kata Tahun. Selanjutnya kata Tahun akan muncul di bawah sumbu X diagram. Sementara untuk memberikan keterangan sumbu Y bisa klik Y Axis. Tuliskan Jumlah Anak yang bermasalah dengan hukum. Tampilannya sebagai berikut:

Gambar 56. Memberi keterangan Tahun pada sumbu X melalui Axis X

Gambar 57. Memberi keterangan Jumlah Anak yang Bermasalah dengan Hukum pada sumbu Y melalui Axis Y

Isi juga header berisi judul diagram pada fitur-fitur yang ada pada kolom bar sebelah kanan:

Gambar 58. Mengisi keterangan judul dan sub judul menggunakan fitur header

Pada kolom Title, tuliskan Angka Jumlah Anak Bermasalah dengan Hukum 5 Tahun Terakhir. Tangkapan layarnya seperti ini:

Gambar 59. Mengisi keterangan judul Jumlah Anak yang Bermasalah dengan Hukum 5 Tahun Terakhir

Kemudian isi juga sub judul pada kolom di bawahnya sebagai informasi mengapa perlu membaca angka jumlah anak bermasalah hukum di Provinsi Bengkulu. Pada bagian sub judul diberi informasi mengenai Provinsi Bengkulu hanya memiliki satu Lembaga Pembinaan Khusus Anak yang kapasitasnya untuk 36 orang. Tampilannya seperti ini:

Gambar 60. Mengisi keterangan subjudul terkait LPKA di Provinsi Bengkulu berkapasitas 36 orang

Setelah pengaturannya sesuai, grafik batang ini bisa digunakan untuk dipasang ke laman portal media atau bisa diunduh ke dalam bentuk file PNG dengan mengklik kolom Export & Publish. Lalu pilih Download image. File juga bisa didownload dalam format html, namun fitur ini khusus untuk pengguna premium dan berbayar.

Gambar 61. Tampilan untuk mengunduh grafis

Setelah muncul tampilan Download a snapshoot image pada kotak merah 1, pengguna bisa menulis nama gambar dan memilih format file. Pada kotak merah 2 ada pilihan @2x untuk ukuran file yang lebih besar. Klik pada tulisan Download image pada kotam merah 3 untuk mengunduh:

Gambar 62. Tampilan untuk membuat nama file sebelum diunduh

File bisa diberi nama dengan cara klik dua kali pada kolom yang berwarna biru diatas. Lalu klik Download:

Gambar 63. File sudah tersimpan di perangkat

File sudah tersimpan di perangkat. Hasilnya bisa dilihat seperti ini:

Gambar 64. Diagram batang hasil mengunduh dari platform Flourish

Penggunaan sejumlah aplikasi untuk mengetahui angka jumlah anak yang bermasalah dengan hukum selama lima tahun, sangat membantu. Khususnya penggunaan spreadsheet untuk mengolah data secara bersama-sama dan Flourish untuk membuat sajian data visualnya.