Menyajikan Potensi Energi Baru Terbarukan dengan QGIS

Jurnalismedata  --  QGIS adalah sistem informasi geografis (SIG) berbasis komputer yang bisa digunakan untuk membuat, mengedit, memvisualisasikan, menganalisa, dan mempublikasikan data geospasial. Ini merupakan perangkat digital yang bersifat open source dan gratis. Pada resep jurnalisme data kali ini, QGIS digunakan untuk menyajikan informasi tentang potensi energi baru terbarukan (EBT) di kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Ini merupakan kabupaten di provinsi Sulawesi Utara, Indonesia yang sebenarnya punya potensi EBT yang besar. Tapi sayangnya stakeholder di wilayah ini belum memprioritas pengembangan EBT, padahal Pemerintah Indonesia berharap mencapai target 23% bauran EBT pada tahun 2025.

Tidak ada sumber open data lokal tentang potensi EBT di Bolmong, termasuk badan penelitian dan pengembangan daerah serta dinas energi sumber daya mineral yang membawahi sektor juga tidak punya data sama sekali. Sehingga untuk memperoleh data set yang terkait harus mengulik data potensi EBT di Bolmong dengan mewawancarai beberapa orang dan juga mempelajari dokumen RTRW Bolmong.

 

1. Mencari Data dari Berbagai Jenis Sumber

Sebagian data soal EBT ini diperoleh dari dokumen resmi Pemerintah Kabupaten Bolmong, yakni dokumen RTRW. Ini adalah dokumen resmi yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah.

 

2. Mencatat dan Memfilter

Semua data yang didapat lalu di filter untuk memisahkan mana yang dibutuhkan untuk liputan dan mana yang cukup untuk disimpan dan digunakan pada lain waktu. Hasil filter data itu kemudian ditabulasikan dalam format MS Excel, dan juga menyimpannya dalam format CSV.

 

3. Menggunakan QGIS

Salah satu yang diinginkan dalam laporan liputan ini adalah menyajikan visualisasi sebaran EBT dalam bentuk peta. Untuk tujuan inilah perangkat QGIS digunakan. Disarankan men-download versi terbarunya. Liputan ini menggunakan versi QGIS 3.18.30 Zurich dengan basis Windows.

 

4. Mencari Shapefile

Untuk menyajikan sebaran potensi EBT di Bolmong sesuai wilayah (kecamatan), maka hal yang perlu disiapkan adalah file shape peta dasar yang data set nya sudah dibagi per kecamatan. File ini bisa didapatkan secara gratis di beberapa sumber di internet. Namun perlu diperhatikan untuk memastikan sumber filenya bebas dari virus. Usahakan mendapatkannya dari website resmi organisasi.

 

5. Menyisip Layer di QGIS

Setelah file shape kabupaten Bolmong didapatkan, langkah berikutnya adalah menyisip file tersebut ke layer di QGIS.  Buat project baru, lalu tambahkan layernya.

 

6. Lakukan Pengaturan Layer

Layer peta wilayah Kabupaten Bolmong ini kemudian diatur sesuai dengan keperluan. Silahkan klik kanan di bagian nama layer, lalu pilih properties. Banyak hal yang dapat dilakukan di sini, seperti mengubah warna peta, dan menampilkan label.

 

7. Modifikasi Attribute Table

Tidak semua kecamatan di Bolmong punya potensi EBT, sehingga perlu dilakukan modifikasi pada attribute table, dengan mengklik kanan layer, lalu menghapus data kecamatan yang tidak perlu ditampilkan.

 

8. Menambahkan Layer untuk Memasukan Data Potensi EBT 

Setelah layer peta dasarnya jadi sesuai yang diinginkan, kemudian layer pertama diduplikasi menjadi layer kedua. Lalu tambahkan satu kolom dengan mengedit attribute table, untuk memasukan besaran potensi EBT di kecamatan yang terpilih.

 

9. Mengaktifkan kedua layer

Setelah layer kedua di custom, dengan menampilkan label dan mewarnainya. Kedua layer kemudian ditampilkan.

 

10. Membuat layer peta Indonesia

Langkah berikutnya adalah menyisipkan satu layer lagi untuk menampilkan peta Indonesia. Layer ini diletakkan paling bawah. Tujuannya agar pembaca mendapat perspektif dimana letak Kabupaten Bolmong tersebut dalam peta rupa bumi. Ini disisipkan melalui menu web.

 

11. Mengekspor ke file JPEG

Langkah terakhir adalah mengekspor peta ini ke file jpeg, agar bisa disisip di dalam laporan liputan dengan menggunakan tools print layout. Tujuannya agar bisa menyesuaikan ukurannya, dan juga menyisipkan beberapa informasi tambahan seperti judul, tabel dan informasi total potensi EBT di Bolmong.

 

Penulis: Ronny Adolof Buol