Pencarian Data Berkurangnya Tutupan Hutan Bojonegoro dan Dampaknya Terhadap Kebencanaan

Penulis: Lukman Hakim

Jurnalisme Data--- Hutan menjadi salah satu kawasan penyangga bagi Kabupaten Bojonegoro. Di mana 40 persen luas wilayahnya merupakan kawasan hutan. Namun beberapa tahun belakangan bencana melanda daerah yang berdekatan dengan hutan dan kawasan di bawahnya. 

Kondisi tersebut mengindikasikan adanya perubahan luasan tutupan kawasan hutan, terutama di wilayah selatan. Di lokasi ini paling terjadi bencana tanah longsor dan banjir bandang. Tepatnya di wilayah hutan yang ikut kelola Perhutani KPH Bojonegoro.

Dalam resep jurnalisme data ini, penulis menggunakan data terbuka dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro. Tujuannya, mengetahui daerah mana saja yang mengalami bencana. Kemudian dilanjutkan dengan melihat kondisi tutupan hutan di wilayah bencana mulai tahun 2017 sampai 2020 menggunakan Google Timelapse. 

Setelah menentukan hipotesis berupa terjadinya bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah selatan disebabkan oleh berkurangnya cakupan hutan, langkah selanjutnya adalah mencari data terbuka di website Bojonegoro Satu Data. 

Buka laman Bojonegoro Satu Data, kemudian cari bagan yang memperlihatkan Instansi BPBD. Kemudian klik data “Kebencanaan”.

Arahkan kursor ke tabelnya >> klik kanan >> klik inspect >> console >> load di tabel "halaman selanjutnya" >> ganti length >> start=0&length=2700 >> load link json di browser >> copy isi webnya >> copas di corverter https://data.page/json/csv>>unduh file csv-nya >> buka di Google Sheets.

Gambar1: Ganti length jadi '2700'

Gambar2: Copas dan mengunduh File CSV

Gambar3: Import CSV ke Google Sheet, kemudian membersihkan data kebencanaan yang relevan dengan wilayah.

Gambar4: Data Banjir Bandang Wilayah Kecamatan menggunakan Pivot Table

Gambar5: Bencana Tanah Longsor menggunakan Pivot Table

Selanjutnya menggunakan sumber data terbuka lain untuk mengetahui wilayah atau kecamatan yang sudah ditemukan di google sheet menggunakan Google Timelapse dengan batasan waktu mulai 2017 sampai 2020.



Gambar6: Perubahan Kawasan Hutan Sekar

 

Gambar7: Perubahan Hutan Temayang


Gambar8: Perubahan Kawasan Hutan Gondang



 

Gambar9: Perubahan Kawasan Hutan Bubulan.

Dari beberapa tampilan gambar empat wilayah hutan yang diambil dari Google Timelapse dari kurun waktu 2017 sampai 2020 menunjukan ada perubahan warna hijau yang kian tahun semakin menghilang. 

Jika disambungkan dengan data kebencanaan di wilayah Sekar, Bubulan, Gondang pada tahun 2018 terjadi 3 bencana banjir bandang sedangkan di kecamatan temayang ada 7 kejadian banjir bandang. 

Jika dijumlahkan selama satu tahun terjadi 16 bencana padahal 2017 tidak terdapat bencana, sedangkan 2019 hanya Gondang yang kembali terjadi banjir bandang dengan jumlah 4 kejadian.

Sedangkan untuk tanah longsor di wilayah Gondang dan Sekar hampir tiap tahun mengalami peningkatan. Pada 2018 ada 8 kejadian, tahun 2019 ada 14 kejadian dan tahun 2020 ada 14 kejadian.