Visualisasi Jumlah Ponpes, Ustaz, dan Santri di Jombang dengan Flourish

Penulis: Rizqi Mutqiyyah

Jurnalisme Data---Kabupaten Jombang, Jawa Timur, adalah salah satu daerah di Indonesia yang dijuluki sebagai Kota Santri. Pasalnya, terdapat beraneka representasi simbol Islam di kabupaten yang terkenal dengan makam Gus Durnya itu. Salah satunya adalah pondok pesantren yang mendominasi kabupaten dengan kearifan lokal Durian Wonosalamnya itu. 

Melansir dari laman Kemenag, di Jombang pada tahun 2021 terdapat 155 pondok dengan ratusan santri dan ustaz. Melihat jumlah ini, alangkah menariknya jika mengetahui sebaran jumlah pondok, santri, dan ustaz di Jombang. Tak hanya itu, sebaran tersebut lantas dibandingkan dengan skala nasional dan provinsi. 

Jika dibandingkan dengan data Jawa Timur, jumlah ponpes di Jombang menempati urutan ke-17 dengan 155 ponpes. Sedangkan untuk jumlah santri, Jombang menduduki posisi ke-12 dengan total 35.090 santri. Sedangkan jika dilihat dari jumlah ustaz di Jawa Timur, kabupaten kelahiran Gus Dur itu berada di posisi 13 dengan total 2.035 ustaz. 

Sedangkan jika dilihat dari skala nasional, Jombang menduduki peringkat ke-60 untuk kategori jumlah ponpes, peringkat ke-32 untuk jumlah santri, dan peringkat ke-44  untuk jumlah ustaz. 

Lebih lanjut, beberapa tahapan yang dijelaskan di bawah ini merupakan langkah yang dilakukan untuk memperoleh informasi tersebut. Dalam prosesnya, jurnalis menggunakan perangkat google spreadsheet untuk mengumpulkan dan mengolah data. Selain itu, Flourish digunakan untuk menampilkan visualisasi data yang telah diperoleh. Berikut langkah-langkah yang dilakukan: 

Mengumpulkan Data 

Langkah pertama yang dilakukan adalah mengumpulkan data jumlah pondok, santri, dan ustaz. Laman yang kredibel terkait data tersebut adalah portal resmi milik Kementerian Agama yang diperbarui hingga tahun 2021. Data tersebut bisa diakses di http://emispendis.kemenag.go.id/emis_pdpontren/ponpes.

Setelah membuka alamat tersebut, arahkan kursor ke bagian bawah untuk melihat jumlah pondok pesantren, santri, dan ustaz yang tersedia dalam 34 provinsi. 

Lalu unduh data dari semua provinsi dengan cara pilih nama provinsi, lalu muncul data tabel berisi rincian data kabupaten dan kota dari provinsi yang dipilih. Misalnya saya memilih Aceh, maka akan muncul tabel dengan variabel Jumlah Lembaga, Jumlah Santri, dan Pendidikan Pesantren Ustadz untuk semua kabupaten dan kota di Aceh. 

Lalu unduh datanya dengan menekan kotak dengan tulisan CSV di kiri atas. Secara otomatis akan terunduh dalam format CSV. Lakukan langkah pengunduhan ini untuk semua provinsi. 

 Setelah terunduh data semua provinsi dalam bentuk 34 file CSV, langkah selanjutnya membuka masing-masing file melalui spreadsheet dan beri nama sheet sesuai nama provinsi sehingga total ada 34 sheet.

Kemudian gabungkan 34 sheet tadi ke dalam satu file spreadsheet sheet baru terlebih dahulu. Sebelum data digabungkan, pastikan 34 sheet sudah diberi nama provinsi. Penggunaan spreadsheet dalam pengolahan data ini dianjurkan karena terkadang jika dibuka melalui Microsoft Excel ada beberapa data yang tidak tampil.

Untuk menggabungkan 34 sheet dalam satu file spreadsheet baru, gunakan menu bar Add-on pada spreadsheet. Lalu pilih Sheetgo dan Instal. 

Lalu muncul opsi Instal Sheetgo dan klik Instal.

Setelah klik instal akan muncul opsi pemilihan akun gmail yang akan digunakan untuk mengakses Sheetgo. 

Setelah memilih akun gmail, tekan Instal. Lalu muncul keterangan Sheetgo telah diinstal.

Ketika sheetgo terinstal, langkah selanjutnya menggabungkan 34 sheet menggunakan fitur Sheetgo. Klik kembali menu bar Add-on, pilih Sheetgo dan Start. 

Maka akan muncul opsi Import Data (From one file) dan Export Data (To another file)

Klik Import Data (From one file)  dan pilih jenis file yang akan diimport. Karena saya sudah mengunggah hasil unduhan file CSV ke dalam Google Drive dan sudah saya buka di Spreadsheet, maka saya memilih opsi Google Sheets.  

Setelah memilih Google Sheets, maka muncul opsi Google Sheets yang akan dipilih dan tekan Select file.

Setelah menekan Select file maka kita tinggal memilih file mana saja yang akan digabungkan dalam satu file spreadsheet menggunakan Sheetgo. Setelah itu tekan Done.

Setelah tekan Done, secara otomatis hasil penggabungan data ditampilkan dalam sheet baru, hasilnya seperti ini:

Kemudian buatlah dua tabel pivot untuk data jumlah pondok pesantren, santri, dan ustaz di Jawa Timur dan nasional. Caranya, pilih menu bar Data dan Tabel Pivot. 

Setelah itu muncul opsi Buat tabel pivot dan pilih Sheet baru dan Buat.

Setelah itu akan tampil sheet dengan tampilan Editor tabel pivot

Lalu untuk mengisi sheet tabel pivot, terlebih dahulu kita memilih variabel yang dibutuhkan dalam editor tabel pivot. Terlebih dahulu kita munculkan variabel pada lajur Baris (Rows) dengan cara pilih Tambahkan (Add) pada opsi Baris (Rows) di Editor tabel pivot dan pilih Kabupaten. 

Setelah itu muncul nama-nama Kabupaten pada lajur baris.

Setelah itu untuk memunculkan jumlah ponpes, santri, dan ustaz, pilih Tambahkan (Add) pada opsi Nilai (Values) dan pilih Total Ponpes, Total Santri, dan Total Ustaz.

Maka hasil tabel pivot untuk jumlah ponpes, santri, dan ustaz secara nasional seperti ini:

Lalu ubah nama sheet dengan nama Nasional. 

Kemudian urutkan jumlah ponpes, santri, dan ustaz dari terbanyak ke terkecil dengan cara pilih menu bar Data dan pilih Filter views dan Create filter views. Lalu tekan tanda filter berupa garis berbentuk segitiga terbalik pada kolom Total Ponpes dan pilih Sort Z-A (Urutkan Z-A). 

Maka hasilnya adalah:

Selain tabel pivot nasional, saya juga membutuhkan tabel pivot untuk mengetahui jumlah ponpes, santri, dan ustaz di Jawa Timur. Caranya sama yakni dengan memilih menu bar Data dan pilih Tabel pivot. Setelah muncul Editor tabel pivot, pilih Tambahkan (Add) pada opsi Filter dan di bagian Status klik Kosongkan (Clear all) untuk menghilangkan tanda centang semua provinsi. 

Karena saya akan mengambil atau memfilter data Jawa Timur, maka saya pilih 38 nama kabupaten dan kota dengan cara mengetik nama kabupaten dan kota pada kolom bertanda search dan centang 38 nama kabupaten/kota satu per satu.

 Maka akan terpilih 38 item Kabupaten pada bagian Filter. 

Setelah terpilih 38 Kabupaten, langkah selanjutnya memunculkan nama 38 kabupaten/kota itu di lajur baris dengan cara memilih Tambahkan (Add) pada opsi Baris (Rows).

Selanjutnya munculkan jumlah ponpes, santri, dan ustaz untuk 38 kabupaten/kota dengan cara pilih Tambahkan (Add) pada opsi Nilai (Values) dan pilih Total Ponpes, Total Santri, dan Total Ustaz. 

Lalu ubah nama sheet dengan nama Jatim. 

Kemudian untuk mengetahui urutan peringkat jumlah ponpes, santri, dan ustaz dari data hasil pivot nasional dan Jatim, caranya pilih menu bar Data, pilih Filter views (Tampilan Filter) dan Create new filter views (Buat tampilan filter). 

Maka akan terpasang tampilan Filter views. Setelah itu, untuk mengurutkan dari jumlah terbanyak ke terkecil, tekan tanda filter berupa garis segitiga terbalik pada kolom SUM of Total Ponpes dan pilih Sort Z-A (Urutkan Z-A). 

Maka secara otomatis jumlah Total Ponpes akan urut dari terbanyak ke terkecil.

Visualisasi dengan Flourish

Setelah jumlah ponpes, santri, dan ustaz secara nasional dan Jawa Timur diketahui melalui tabel pivot, langkah selanjutnya adalah memvisualisasikannya ke dalam diagram atau chart. Kali ini saya menggunakan Flourish.

Namun sebelumnya, sheet berisi tabel hasil pivot Nasional dan Jatim didownload dalam bentuk file CSV. Caranya pada sheet Nasional dan Jatim, pilih menu bar File ----> Download ---> Comma-Separated Values (CSV). Setelah itu ubah hasil download file berbentuk CSV dengan nama Nasional dan Jatim. 

Kemudian file CSV ini akan divisualisasikan di Flourish. Flourish dipilih lantaran tersedia secara gratis. Kendati demikian, flourish memiliki fitur yang lebih bervariasi jika dibandingkan dengan fitur diagram di google sheet.

Agar bisa membuat tampilan di Flourish, pengguna harus membuat akun terlebih dahulu dengan mengakses www.flourish.studio. Setelah masuk dengan akun, pilih New Visualization pada sisi kiri atas. Selanjutnya Anda akan masuk laman pilihan tampilan dan diminta memilih salah satu diagram.

Dalam memilih diagram, kita harus memilihnya sesuai dengan tipe data yang akan divisualisasikan. Pilih visualisasi diagram yang cocok dengan mengarahkan kursor ke bawah. Dalam hal ini saya memilih tabel hirarki lingkaran (Hierarchical Bars) dengan layout Circle, karena diagram tersebut mampu memvisualisasikan keempat variabel data yang jumlahnya sangat banyak.  

Maka akan muncul laman seperti di bawah ini. Klik pilihan Data dan Upload Data. Lalu pilih file CSV yang sudah didownload dari tabel pivot Nasional dan Jatim.  

Setelah file CSV diunggah, maka akan muncul tampilan tabel dari file CSV tersebut. 

Setelah itu, klik preview atau pratinjau untuk melihat hasil visualisasi. Kita bisa menambahkan judul, keterangan tabel, mengubah warna, dan lain-lain dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ada di sebelah kanan.

 Setelah selesai, tabel ini bisa kita ekspor dan siap dipublikasikan dengan klik di bagian Export dan Publish. Nanti akan muncul pilihan link hasil visualisasi dan kode HTML yang bisa ditempelkan pada website (Embed on your website). Ada juga opsi Download HTML (untuk paket premium) dan Download Image sebagai berikut: 

 

Dalam mencari korelasi antar variabel, kita juga bisa menggunakan diagram Scatter Plot (Grafik Pencar). Scatter Plot merupakan sebuah tipe grafik yang digunakan untuk menggambarkan suatu data dengan menggunakan koordinat cartesian. Data-data yang ditampilkan menggunakan scatter plot direpresentasikan dengan titik yang terletak diantara dua axis. 

Scatter Plot baik digunakan ketika kita ingin melihat relasi antara dua variabel. Scatter Plot juga dapat digunakan untuk melihat tren jumlah suatu data lebih besar di variabel mana. 

Untuk mengetahui grafik dari tiga variabel di atas dengan menggunakan scatter plot, saya memilih scatter plot versi Hans Rosling Chart. Dari data yang ada, ditemukan korelasi antara jumlah ponpes dengan santri dan ustaz. Semakin banyak jumlah ponpesnya, maka semakin banyak jumlah santri dan ustaz. Sehingga jumlah ponpes berbanding lurus dengan jumlah santri dan ustaznya. Setelah memilihnya, unggah file CSV yang akan divisualisasikan dengan scatter plot versi Hans Rosling Chart. 

 Sedangkan, untuk hasil tampilan scatter plotnya dapat dilihat di bawah ini.

Hasil visualisasi bisa ditempelkan dalam website dengan memilih Export & Publish dan pilih kode HTML dalam kolom Embed on your website. Tempelkan kode HTML tersebut ke dalam postingan teks kode HTML saat proses posting berita di website. 

 

Kelebihan dari flourish adalah visualisasi datanya interaktif. Jika kursor mouse kita arahkan ke tiap tabel indikator maka akan muncul informasi yang mendukung. Selain itu, tabel ini bisa berubah ukuran dan urutannya.

Dari tabel sebaran jumlah pondok pesantren, santri, dan ustaz di Kabupaten Jombang di atas dapat memantik topik liputan baru. Salah satunya perkembangan pondok pesantren di Indonesia dan Jawa Timur dalam beberapa tahun terakhir. Pasalnya, penyematan Kota Santri perlu ditinjau ulang dan dianalisis lebih lanjut terkait apa saja yang menjadi indikator tolak ukurnya. 

Lembar kerja tahapan dan proses pengolahan data dalam mencari jumlah ponpes, santri, dan ustaz secara nasional dan di Jawa Timur ini bisa dilihat pada Data Flourish Ponpes Jatim+Nasional

Sedangkan link visualisasi dengan Flourish bisa dilihat pada:

Link diagram Jatim:

https://public.flourish.studio/visualisation/7547839/

Link diagram Nasional: 

https://public.flourish.studio/visualisation/7547862/

Link Scatter Plot:

https://public.flourish.studio/visualisation/7649424/