Presiden Joko Widodo telah mengumumkan kebijakan baru dalam merespon pandemi Covid-19 yang disebut new normal atau normal baru pada akhir Mei lalu. Normal baru dimaknai bagaimana kehidupan masyarakat tetap berjalan dengan protokol-protokol kesehatan yang ketat. Ini sejalan dengan rekomendasi WHO yang menyebutkan Pandemi Covid-19 akan berjalan dalam jangka panjang dan masyarakat beradaptasi dengan hal ini.

Di Indonesia, status normal baru diberikan pada 102 kabupaten/kota yang dinilai memenuhi syarat, yaitu reproduction rate atau RO di bawah 1. Ketika sebuah daerah memiliki RO di bawah 1 maka diperbolehkan melakukan pelonggaran terbatas, seperti memperbolehkan rumah ibadah, tempat makan/restoran dibuka, bekerja dari kantor dengan aturan-aturan jaga jarak.

Penerapan normal baru akan menimbulkan beberapa perubahan yang berdampak pada kehidupan sosial masyarakat. Ilustrasi paling sederhana, misal sebuah restoran hanya diperbolehkan menerima tamu 50% dari kapasitasnya (menggunakan peraturan Gubernur Jakarta), dampaknya omzet restoran tersebut mungkin turun drastis yang kemudian berakibat pada pengurangan tenaga kerja. Contoh lainnya jika sekolah dibuka kembali, dengan protokol jaga jarak antar siswa di kelas, maka diperlukan penyesuaian jam belajar atau konsekuensinya perlu penambahan ruangan/gedung untuk pendidikan. Hal ini tentu membutuhkan antisipasi pemerintah maupun masyarakat.

Aliansi Jurnalis Independen dengan dukungan dari UNESCO, menyelenggarakan diskusi online dengan tema "Penerapan Normal Baru (New Normal), Antisipasi Dampak Sosial dan Kesehatan Jiwa". Diskusi ini diharapkan memberi penjelasan bagaimana penerapan kriteria “Normal Baru”, dan bagaimana kebijakan yang tepat untuk menyiapkan masyarakat secara sosial dan kesehatan jiwa.

Kami juga membuka kesempatan untuk jurnalis peserta diskusi mengajukan Hibah Liputan dengan tema yang sesuai dengan sesi ini. Detil mengenai Hibah Liputan AJI-UNESCO dapat dilihat di https://bit.ly/HibahLiputanCovid19

Silakan bergabung dalam diskusi ini dengan klik "Daftar" di bawah ini maksimal 15 menit sebelum sesi dimulai. Link webinarjam akan dikirim melalui email. Pendaftaran setelah sesi pendaftaran dimulai tidak dapat diapprove oleh sistem. Informasi lebih lanjut sila kontak nomor yang tercantung di bawah. Sampai ketemu!

Pembicara

Dr. Rini Sugiarti, M,Si
Layanan Psikologi Sehat Jiwa - HIMPSI

Dekan Fakultas Psikologi Universitas Semarang

Dr. Puji Pujiono, MSW
Jaringan antar Jaringan OSM/LSM (S=JAJAR)

Pujiono Center

Prof. drh. Wiku Adisasmito, MSc. Ph.D
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19

Guru Besar Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia

Moderator

Nani Afrida
Chief Reporter, Anadolu Agency

Pengurus Bidang Gender, Anak dan Kelompok Marjinal AJI Indonesia

Contact

  • jurnalismedata.indonesia@gmail.com
  • 0812-8572-252 (Minda)