Indonesia adalah salah satu negara yang mengalami triple burden masalah gizi, yaitu stunting, gizi buruk dan kegemukan.  Selain memiliki jumlah anak stunting no 4 tertinggi di dunia, Indonesia juga merupakan rumah bagi lebih dari 2 juta anak gizi buruk. Gizi buruk atau severe wasting adalah masalah kekurangan gizi yang paling berbahaya, karena meningkat risiko kematian anak sampai 12 kali lipat. Anak yang menderita gizi buruk juga mengalami risiko lebih tinggi menjadi stunting dan juga secara jangka panjang akan mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan otak dan juga kemampuan untuk mencari nafkah saat dewasa. Pandemi Covid-19 diperkirakan akan meningkatkan risiko anak mengalami kekurangan gizi secara signifikan dan berpotensi memperburuk kondisi yang ada mengingat menjadi terhambatnya berbagai akses layanan kesehatan, akses makanan dan intervensi yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kesehatan gizi anak-anak di Indonesia. 

Diskusi ini akan membahas sejauh mana perhatian pada pemenuhan hak-hak anak terkait akses makanan, layanan kesehatan untuk permasalahan gizi anak dan dampaknya di masa pandemi COVID-19 di Indonesia dan mendorong semua pihak memberikan perhatian serius pada isu ini.

Silakan bergabung dalam diskusi ini dengan klik "Daftar" di bawah ini maksimal 15 menit sebelum sesi dimulai. Link webinarjam akan dikirim melalui email. Pendaftaran setelah sesi diskusi dimulai tidak dapat diapprove oleh sistem. Sampai ketemu!

Pembicara

Dr. Dedy Permadi
Kementerian Komunikasi dan Informatika

Staff Khusus Bidang Digital dan SDM


Kepala Upaya Kesehatan Masyarakat

Dr. RR Dhian Probhoyekti, SKM, MA
Kementerian Kesehatan

Direktur Gizi Masyarakat

Airin Roshita, Ph.D
UNICEF Indonesia

Spesialis Gizi


Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat

Moderator

Aloysius Budi Kurniawan
Pengurus AJI Indonesia

Ketua Divisi Ketenagakerjaan

Contact

  • jurnalismedata.indonesia@gmail.com
  • 0823-2323-8462 (Putri)