Skip to main content

Curah Hujan Sedang, Siswa Pilih Tidak Masuk Sekolah

JurnalismeData -- Meskipun Presiden Jokowi dikenal sebagai Presiden yang gemar membangun infrastruktur, namun masih banyak daerah yang belum memiliki infrastruktur jalan yang memadai. Seperti di Kecamatan Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, jalan berlumpur masih jamak terlihat.  

Dari data yang ada, kurang lebih 30% jalan di Kota Tidore Kepulauan ini masih berupa tanah atau kerikil. Sementara 70% jalan yang sudah beraspal, hampir 50%nya mengalami rusak atau rusak berat. 

Dampak dari kondisi jalan yang rusak membuat anak-anak kesulitan sekolah. Salah satunya dialami siswa-siswi SMAN 7 Tidore. Akses jalan yang masih berupa tanah, ketika hujan maka menjadi lumpur. Sehingga sulit dilalui, meski berjalan kaki.

Siswa-siswi ini sudah paham, jika malam hari hujan, maka mereka tidak berangkat sekolah, karena kondisi jalan. Data yang dikumpulkan jurnalis Apriyanto Latukau, ada korelasi positif antara saat curah hujan tinggi dengan tidak kehadiran siswa. Misal, pada bulan Mei di daerah Tidore ini hujan masuk kategori sedang, maka ketidakhadiran siswa tinggi. Sedangkan pada bulan Januari, curah hujan ringan, maka siswa banyak yang masuk sekolah. 

Liputan Apriyanto ini dapat dibaca lebih jauh di media Kieraha.com:  Ironi Bersekolah di Oba Selatan: Prestasi Gemilang meski Kerap Absen Akibat Jalan Berkubang