Skip to main content

Ikan Hilang Karena Pertambangan

Jurnalismedata.id --- Industri pertambangan umumnya sulit hidup berdampingan dengan pertanian dan perikanan. Pertanian dan perikanan membutuhkan lingkungan yang sehat, sementara pertambangan cenderung mengabaikan kesehatan lingkungan.

Seperti yang terjadi di Teluk Weda, Halmahera Tengah, Maluku. Masyarakat di sini sebagian adalah nelayan. Ikan berlimpah sebelum industri pertambangan nikel masuk. Mereka cukup mencari ikan, 300 meter dari garis pantai, sudah mendapatkan ikan yang cukup banyak. Selain itu nelayan membuat rumpon (rumah ikan) tidak jauh dari pantai. 

Keadaan berubah total, ketika industri pertambangan nikel berkembang masif di Halmahera Tengah.  Nelayan harus berlayar jauh dari garis pantai, untuk mendapatkan ikan. Sementara perahu nelayan umumnya memiliki bobot kecil sehingga tidak mampu berlayar jauh. Lalu lalang kapal pengangkut nikel maupun batu bara (untuk pembangkit listrik) membuat banyak rumpon nelayan rusak karena tertabrak. 

Ikan di dekat pantai bergeser ke tempat lain karena kondisi perairan Teluk Weda terlalu basa dan suhu naik. Salah satu penyebabnya adalah air laut tercemar air bahang dari pembangkit listrik industri pertambangan. Riset yang dilakukan beberapa peneliti menunjukkan hasil air laut yang tercemar. 

Simak hasil liputan jurnalis Sofyan Togubu dalam berita:  Nelayan Lingkar Tambang KI IWIP Was-was