Ikan Teri Hilang dari Teluk Buli karena Tambang Nikel
Jurnalismedata --- Pencemaran laut di Teluk Buli, Halmahera Timur, membuat para nelayan berganti profesi lain, karena pendapatan melaut susut drastis. Faktor laut tercemar adalah aktivitas pertambangan nikel di wilayah Teluk Buli.
Di Teluk Buli ini adalah puluhan perusahaan pertambangan.nikel, mulai dari yang mengeruk tanah di daratan Halmahera sampai ke pulau-pulau kecil di dalam kawasan teluk. Praktek pencemaran laut paling kelihatan adalah awak kapal sering membuang tanah sisa nikel ke laut, untuk membersihkan kapalnya.
Praktek pencemaran laut ini diakui oleh seorang Bhabinkamtibmas yang bertugas di wilayah ini. Namun dia pun tidak mampu berhadapan dengan perusahan-perusahaan ini.
Teluk Buli ini dulu terkenal dengan penghasil ikan teri kualitas baik. Mereka dipelihara dalam bagan-bagan di tengah laut. Jika dulu sebelum perusahaan tambang masuk, dapat disaksikan ratusan bagan di laut, sekarang hanya tingga; 2 bagan saja. Menurut pemilik bagan, dulu penghasilannya bisa mencapai 20 juta per bulan, sekarang susut menjadi 7 juta per bulan saja. Ini penghasilan kotor.
Bagaimana kisah para nelayan dan susutnya penghasilan mereka dapat dibaca di berita karya jurnalis Ardian Sangaji di : Nelayan Bagan Halmahera Timur dalam Cengkeraman Tambang Nikel