Malaria Jadi Ancaman untuk Warga IKN
Jurnalisme Data --- Kasus malaria di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) cukup tinggi, bahkan mencapai 50% dari kasus malaria yang ada di provinsi Kalimantan Timur. Sementara sebagian besar wilayah Kabupaten PPU ini akan menjadi lokasi Ibu Kota baru, yaitu Nusantara.
Tahun 2024, Presiden Jokowi menargetkan ibu kota Indonesia akan sudah berpindah ke Nusantara. Tentu akan diikuti dengan bermigrasi puluhan ribu ASN (aparat sipil negara) beserta keluarganya. Mereka akan bermukim di ibu kota Nusantara, yang lingkungan sekitarnya masih berupa hutan produksi.
Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman, Swandari Paramita menyebutkan mayoritas penduduk yang terkena malaria di Kabupaten PPU adalah pendatang. Mereka ini ada pekerja di industri kayu. Sementara penduduk lokal relatif lebih kebal terhadap malaria.
Salah satu penyebab suburnya malaria di Kabupaten PPU adalah banjir dan kontur tanah yang mendukung. Curah hujan di kawasan calon ibu kota baru ini cukup tinggi dan sering mengakibatkan banjir.
Pada tahun 2020 tercatat 8 kali terjadi banjir, naik berlipat-lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata gterjadi 1-2 banjir.
Kemudian kontur permukaan tanah yang cenderung curam dan cekung, sehingga membuat banyak genangan yang menjadi tempat subur bagi nyamuk pembawa malaria, yaitu anopheles.
Bagaimana pemerintah setempat mengatasi ini, simak liputan jurnalisme data yang dilakukan Muhammad Razil Fauzan di tautan berikut: Belenggu Malaria Membayangi Calon Warga IKN