Skip to main content

Posyandu Tutup, Penanganan Stunting Jadi Kusut

Jurnalisme Data --- Sukabumi menjadi salah satu daerah di Jawa Barat yang mengalami kenaikan angka stunting cukup tinggi di tahun awal pandemi, 2020. Penyebab utama adalah tutupnya posyandu-posyandu karena pandemi Covid-19. 

Posyandu adalah garda terdepan dalam penanganan kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Karena posyandu berada di lingkungan terdekat, mudah dijangkau masyarakat. Serta kader-kader kesehatan yang militan, mendukung keberadaan posyandu ini. 

Di Sukabumi, pada tahun 2020 tercatat sebanyak 174.387 balita dan sebanyak 14.106 balita mengalami stunting. Artinya 1 dari 12 balita, mengalami stunting. 

Penyebab kenaikan stunting di Sukabumi, tidak hanya semata karena posyandu tutup. Tetapi juga karena kesadaran masyarakat yang rendah pada kesehatan balita.  Dari total balita 174.387 di Sukabumi (2020), hanya 87.187 balita yang pernah melakukan penimbangan ke posyandu. Lebih dari separuh populasi balita, tidak ke posyandu. Memang data ini masih bisa ditelaah lebih jauh, Bisa jadi orang tua balita membawa ke klinik dokter. Namun setidaknya angka ini menggambarkan kemungkinan banyak orang tua yang tidak memeriksakan balitanya ke pusat-pusat kesehatan. Dan terhubung dengan jumlah angka stunting yang mencapai 1 : 12. 

Liputan yang dilakukan Adly Rahman tentang stunting di Sukabumi, cukup lengkap menyajikan sebab-sebab naiknya angka stunting di daerah ini. Simak liputannya di: Posyandu Tidak Beroperasi, Stunting Tidak Terawasi