Skip to main content

Stunting di Lingkar Tambang

Jurnalismedata --- Masyarakat yang tinggal di lingkar tambang umumnya mengalami penurunan kesejahteraan, tidak hanya karena hilangnya mata pencaharian (petani, nelayan) tetapi juga karena kualitas lingkungan yang memburuk. 

Tahun 2023, di kabupaten penghasil nikel yaitu Halmahera Tengah, provinsi Maluku Utara, tercatat 5.037 bayi mengalami stunting. Penyebab stunting tentu banyak faktor, tetapi yang paling menyolok di kawasan sekitar tambang adalah air bersih dan sanitasi yang buruk. 

Air bersih yang tadinya bisa memanfaatkan ari sungai, sekarang tidak bisa lagi. Karena aktivitas tambang, air berubah berwarna kecoklatan. Sementara menggunakan sumur, air menjadi warna kuning. 

Komposisi gizi seimbang pun sulit diraih keluarga di Halmahera Tengah ini. Dulu sayur dan buah mudah didapat dari petani lokal. Ikan dibeli dari nelayan setempat. Namun sejak tambang masuk, sayur, buah dan ikan harus didatangkan dari jauh bahkan seberang pulau. Sehingga harga pun mahal, tak terjangkau masyarakat. 

Bagaimana penurunan kualitas hidup masyarakat di sekitar tambang Halmahera Tengah yang mengakibatkan angka stunting tinggi, dapat di simak di liputan: Stunting Ancam Penduduk Lingkar Tambang