Skip to main content

Tambang Datang, Tambah Beban Perempuan

Jurnalismedata --- Sudah rahasia umum, pada sebagian besar industri pertambangan selalu menimbulkan masalah lingkungan. Namun yang jarang disorot, masalah lingkungan ini menambah beban perempuan yang tinggal di lingkar tambang. 

Perempuan di Kecamatan Weda di Kabupaten Halmahera Tengah mengalami beban pengeluaran rumah tangan yang meningkat. Sebelum ada industri tambang nikel yang beroperasi di Kecamatan Weda, warga dapat menggunakan air sungai Kobe untuk kebutuhan air minum, mandi, cuci pakaian. Namun setelah industri nikel ini masuk, kualitas air sungai Kobe secara kasat mata tidak layak digunakan. Warnanya berubah menjadi kecoklatan, tidak lagi jernih. 

Para perempuan di sekitar tambang, akhirnya harus membeli air galon untuk kebutuhan air bersih. Pengeluaran sebulan setidaknya bertambah menjadi 300 ribu rupiah untuk pembelian air galon.

Pencemaran air sungai Kobe ini sudah dirilis datanya oleh kelompok LSM maupun Dinas Lingkungan Provinsi Maluku Utara. Namun sampai saat ini belum ada tindakan kongkrit dari industri tambang nikel untuk memperbaiki atau mencegah pencemaran. 

Berita ini dapat dibaca di: Beban Ganda Perempuan di Lingkar Tambang