Kebakaran Hutan dan Lahan Naik pada Tahun 2023
Jurnalismedata -- Kebakaran hutan dan lahan menjadi langganan setiap tahun terjadi di Indonesia. Pemerintah belum menemukan cara jitu untuk menghilangkan kebakaran ini. Pada tahun 2023 kebakaran hutan dan lahan banyak terjadi di Kalimantan Selatan dan secara nasional mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2022, 2021 maupun 2020.
Kalimantan Selatan baru pada tahun 2023 ini menduduki ranking teratas provinsi yang paling banyak terjadi kebakaran dan lahan. Sebelumnya posisi pertama dalam beberapa tahun adalah Nusa Tenggara Timur. Karakter kebakaran hutan di Kalimantan Selatan ini pun berbeda, terjadi di banyak spot dengan skala kecil.
Selain itu, kebakaran tahun 2023 patut dicermati, karena angkanya naik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Secara nasional, kebakaran hutan dan lahan 2023 tercatat 994 ribu hektar. Tahun 2022 tercatat 204 ribu hektar lahan terbakar, tahun 2021 tercatat 358 ribu hektar dan tahun 2020 tercatat 296 ribu hektar.
Beberapa pejabat seperti Kepala BMKG menyebut faktor El Nino atau kemarau panjang sebagai penyebab luasnya lahan terbakar. Faktor masyarakat berladang berpindah pun disebut sebagai salah satu faktor.
Namun yang belum terjawab adalah mengapa Kalimantan Selatan yang tertinggi? Seperti kita ketahui, luas provinsi Kalimantan Selatan ini tidak seluas provinsi lain di pulau Kalimantan, sementara penduduknya lebih padat. Di saat yang sama, di provinsi Kalimantan Selatan ini banyak pertambangan batu bara. Faktor-faktor ini yang perlu diteliti dan kemudian ada tindakan pencegahan pada tahun berikutnya.
Untuk mengetahui provinsi mana saja yang paling sering mengalami kebakaran hutan, dapat disimak di berita berikut: Rekam Jejak Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia