Alat Peraga Kampanye Menambah Sampah Plastik
Jurnalismedata --- Selepas masa kampanye berakhir, maka sampah plastik dari alat peraga kampanye atau poster/baliho menumpuk. Pemilu menjadi salah satu faktor penyumbang tingginya sampah plastik.
Di Indonesia, sampah plastik menempati urutan no 2 tertinggi setelah sampah sisa makanan. Sisa makanan di Indonesia mencapai 40,12 persen , sementara sampah plastik mencapai 18,74 persen.
Berbeda dengan pengaturan kampanye Pemilu di beberapa negara asing, di Indonesia setiap calon bebas memasang poster arau baliho kampanye. Seorang calon legislatif dari provinsi Bengkulu mengaku membuat sampai 2.000 poster yang terbuat dari plastik. Meskipun caleg tersebut mengakui bahwa kampanye lewat poster/baliho sebenarnya tidak efektif. Dia hanya menuruti kemauan dan permintaan masyarakat saja. Namun untuk meningkatkan elektabilitas sseorang caleg, bukan dari banyaknya poster.
Hal senada diungkapkan Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Nur Agustyati dari sisi yang berbeda. Perludem beranggapan poster/baliho tidak efektif untuk mengenal seorang calon. Perlu ada forum dialogis antara calon dengan pemillihnya.
Liputan tentang alat peraga kampanye dan sampah plastik ini dapat disimak di : Alat Peraga Kampanye VS Sampah Lingkungan