Skip to main content

Mahalnya Biaya Penitipan Anak di Jakarta

Jurnalisme Data --- Bagi keluarga muda atau yang memiliki anak balita, menitipkan anak di daycare, menjadi solusi bagi pasangan yang keduanya bekerja. Namun biaya penitipan anak tidak murah, bahkan bisa mencapai angka Upah Minimum Regional (UMR) di Jakarta.

Di kota-kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya, kebutuhan Tempat Penitipan Anak (TPA) atau daycare menjadi kebutuhan penting. Pasangan yang keduanya bekerja, tentu kesulitan menjaga anak saat bekerja. Pilihannya ada menitipkan anak ke Pembantu Rumah Tangga yang mungkin tidak profesional dalam merawat anak. Atau menitipkan pada saudara atau kakek nenek. Namun dua pilihan tersebut, punya keterbatasan dan risiko yang besar. Maka menitipkan anak ke TPA menjadi salah satu pilihan terbaik. 

Namun biaya penitipan anak di TPA cukup besar. Di Jakarta, angka berkisar 1,4 juta sampai 4 juta per bulan. Bagi pegawai yang memiliki penghasilan di atas 10 juta per bulan, mungkin layanan TPA ini masih terjangkau. Namun angka ini cukup tinggi bagi seorang pegawai yang hanya dibayar sebatas UMR Jakarta 4,6 juta. Misalnya kedua orang tua bekerja, maka penghasilan keluarga mencapai 9,2 juta. JIka ambil biaya TPA termurah yaitu 1,4 juta maka ini merupakan pengeluaran sebesar 15% dari penghasilan.  

Penitipan anak sudah pasti sulit dijangkau oleh mereka yang bekerja informal, dengan penghasilan di bawah UMR. Seperti yang dialami keluarga Endang. Istri Endang bekerja sebagai pekerja rumah tangga dengan penghasilan 2 juta per bulan. Sudah pasti sulit untuk membayar biaya TPA. Maka anak balita terpaksa ikut Endang, bapaknya, bekerja sebagai supir Elf/angkot. 

Pemerintah sebenarnya memiliki fasiltas Tempat Penitipan Anak (TPA) yang tersebar di banyak lokasi. TPA ini umumnya gratis, selain jika orang tua hendak memberikan makanan bagi anak yang dititipkan.  Namun jumlahnya tidak banyak, sehingga tidak semua orang tua dapat mengakses. 

Solusi lain adalah membuat TPA di lingkungan kerja. Hal ini diusulkan oleh Mike Verawati Tangka, Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia (KPI). Dengan adanya TPA di lingkungan kerja, maka orang tua akan lebih tenang dan produktivitas bekerja. 

Bagaimana gambaran perbandingan upah kerja dan biaya TPA di Jabodetabek, Hania Latifa melakukan liputan jurnalisme data yang dapat dibaca di sini: Simalakama Biaya Penitipan Anak di Ibukota